Author: neilstanley1111@protonmail.com

  • 2026 Barcelona-Catalunya Grand Prix: Sir Lewis Hamilton Meraih Kemenangan Perdana untuk Ferrari

    2026 Barcelona-Catalunya Grand Prix: Sir Lewis Hamilton Meraih Kemenangan Perdana untuk Ferrari

    Formula 1

    Yang awalnya dirasakan selamanya, kini bisa melepas beban yang sangat berat. Itulah yang bisa dikatakan untuk sang pembalap veteran dan pemenang gelar dunia 7-kali Sir Lewis Hamilton yang berhasil melewati garis finis dan memenangkan balapan di Barcelona-Catalunya, setelah melewati musim 2025 yang sangat gelap baginya. Setelah berkali-kali meraih podium pada balapan-balapan sebelumnya, kini Hamilton bisa berdiri di podium tertinggi di P1, dan menjadi pembalap pertama yang meraih race win bersama McLaren, Mercedes, dan kini Ferrari.

    Dan setelah perayaan dan kejumawaan dari para Tifosi, mari kita cek para winner and loser pada balapan kali ini di Barcelona!

    WINNER: Lewis Hamilton (Ferrari)

    Scuderia Ferrari HP

    Untuk para Tifosi, kalian boleh memanfaatkan minggu ini (dan mungkin seterusnya sebelum balapan di Austria) untuk jumawa dengan kemenangan yang sangat emas ini. Jelas, Hamilton memanfaatkan momen emas Virtual Safety Car (VSC) setelah Fernando Alonso (Aston Martin) mengalami masalah baterai dan terpaksa DNF, sehingga melakukan pit stop untuk mendapatkan ban lebih segar dan masih mempertahankan lead position dari kedua Mercedes. Dan disaat pada momen penutupan lap (62/66) saat Kimi Antonelli (Mercedes) mengalami masalah mesin dan harus DNF, Ferrari dan Hamilton memanfaatkan open goal setelah memilih pit strategy yang strategis, dan memenangkan balapan ini. Atau dalam bahasa Tifosi, DISTAYM SUDAH TIBA.

    LOSER: Aston Martin

    Aston Martin Aramco Formula 1 Team

    Jika semuanya adalah kembang api dan berbunga-bunga di tim kuda jingkrak, untuk tim Silverstone satu ini, yang ada hanyalah bunga berkabung untuk kedua mobil yang terpaksa DNF. Masalah-masalah mobil secara keseluruhan masih menjadi penghalang terkecil dan terbesar untuk tim favoritnya James Bond alias sang agen 007. Yang awalnya merupakan masalah gearbox untuk Lance Stroll pada lap 5, langsung mengakar ke masalah baterai untuk Fernando Alonso pada lap 40 dan terpaksa DNF yang mengeluarkan Virtual Safety Car (VSC). Dan ini merupakan yang paling sayang, mengingatkan banyak penggemar Alonso yang datang kepada home race untuk sang rookie tertua tersebut.

    WINNER: McLaren

    McLaren Mastercard Formula 1

    Konsistensi luar biasa tetaplah menjadi keunggulan bagi tim McLaren. Lando Norris tampil memukau sepanjang akhir pekan dan berhasil mengamankan podium ketiga (P3) setelah bertarung sengit di barisan depan. Performa impresif tersebut disempurnakan oleh Oscar Piastri yang menyudahi balapan dengan finis di posisi kelima (P5). Keberhasilan finis ganda di posisi lima besar ini memberikan suntikan poin yang sangat berharga untuk klasemen konstruktor. Strategi manajemen ban yang tepat dan kecepatan mobil MCL38 menjadi kunci utama kesuksesan mereka di trek yang menuntut ini. Hasil solid ini semakin menegaskan posisi tim dari Woking ini sebagai salah satu ancaman paling serius di papan atas Formula 1.

    LOSER: Audi

    Audi Revolut F1 Team

    Balapan di Barcelona menyisakan cerita unik sekaligus apes bagi tim Audi, khususnya untuk Nico Hulkenberg yang gagal finis (DNF). Setelah terlibat duel sengit di lintasan dengan Liam Lawson dari tim VCARB, Hulkenberg terpaksa menyudahi balapannya lebih awal. Insiden aneh terjadi ketika saklar pemutus daya utama (kill switch) di mobilnya tidak sengaja aktif di tengah pertarungan tersebut akibat lompatan kerikil (gravel). Akibatnya, seluruh sistem elektronik dan mesin mobil Audi miliknya langsung mati total seketika. Kejadian langka ini membuat Hulkenberg tidak bisa berbuat banyak dan harus gigit jari di pinggir lapangan. Bagi Audi, kegagalan teknis yang tidak biasa ini menjadi bahan evaluasi besar demi mengamankan poin di seri berikutnya.

    WINNER: Alpine

    BWT Alpine F1 Team

    Tim Alpine kembali menunjukkan kebangkitan mereka lewat keberhasilan meraih double points yang krusial di Barcelona 2026. Pierre Gasly tampil sangat solid sepanjang balapan dan sukses mengamankan finis di posisi ketujuh (P7). Sementara itu, rekan setimnya yang merupakan pembalap muda, Franco Colapinto, berhasil melewati garis finis tepat di belakang Gasly di posisi kedelapan (P8). Namun, drama terjadi pasca-balapan saat Colapinto dijatuhi penalti waktu 10 detik akibat dianggap kurang melambat saat bendera kuning berkibar. Meskipun penalti tersebut merosotkan posisi Colapinto ke peringkat kesepuluh (P10), Alpine tetap berhak membawa pulang poin dari kedua mobilnya. Hasil solid dari P7 dan P10 ini menjadi bukti nyata bahwa Alpine kian konsisten dalam memimpin persaingan ketat di papan tengah.

    LOSER: Kimi Antonelli (Mercedes)

    Mercedes-AMG Petronas Formula 1 Team

    Performa luar biasa Kimi Antonelli di Barcelona harus berakhir tragis setelah masalah mesin memaksanya keluar dari balapan (DNF). Padahal, pembalap muda ini tampil sangat meyakinkan dan sempat konsisten mempertahankan posisi kedua (P2) di barisan depan. Kegagalan finis yang sangat disayangkan ini membuat Antonelli kehilangan peluang emas untuk membawa pulang poin masif. Dampaknya langsung terasa pada klasemen pembalap, di mana kehilangan poin krusial ini mengacak-acak stacking order yang ada. Persaingan di papan atas kini menjadi semakin tidak terprediksi karena jarak antar pembalap yang kian merapat. Seri Barcelona ini pun sukses mengubah dinamika perebutan gelar juara berkat drama teknis yang menimpa sang pembalap.

  • Toyota Cs Tak Lagi Buang Komponen “Cacat”, Kualitas Mobil Jadi Turun?

    Toyota Cs Tak Lagi Buang Komponen “Cacat”, Kualitas Mobil Jadi Turun?

    Toyota

    Toyota bersama sejumlah pabrikan otomotif Jepang lainnya bakal menerapkan standar yang sama dalam menentukan sebuah komponen atau suku cadang layak dianggap cacat atau tidak.

    Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi antara Japan Automobile Manufacturers Association (JAMA) dan Japan Auto Parts Industries Association (JAPIA). Nantinya, standar baru tersebut akan mulai diterapkan secara bertahap dalam proses pengadaan komponen hingga akhir tahun 2026.

    Lho, memang selama ini belum ada standarnya?

    Sebenarnya ada. Namun, setiap pabrikan dan pemasok komponen memiliki standar masing-masing. Akibatnya, tidak sedikit komponen yang akhirnya dibuang hanya karena memiliki kekurangan minor, seperti bintik hitam kecil, goresan ringan, atau bekas cetakan yang sebenarnya tidak memengaruhi fungsi maupun tampilan saat kendaraan sudah dirakit.

    Dengan adanya standar yang lebih seragam, komponen-komponen seperti ini nantinya masih dapat digunakan selama tetap memenuhi standar keselamatan, fungsi, dan kualitas yang telah ditentukan.

    Menurut laporan Nikkei Asia, sekitar 60% komponen yang selama ini dikategorikan cacat berkaitan dengan bintik hitam kecil pada material. Selain itu, beberapa komponen plastik yang memiliki burr atau sisa material hasil proses pencetakan yang tidak berbahaya juga akan tetap dapat digunakan.

    Fictiv

    Dampaknya cukup besar. Untuk konektor plastik yang digunakan pada sistem kelistrikan kendaraan saja, penerapan standar baru ini diperkirakan dapat mengurangi pembuangan hingga sekitar 10.000 unit per bulan di Jepang.

    Di sisi lain, keputusan ini juga berkaitan dengan kondisi industri saat ini. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah membuat pasokan beberapa bahan baku menjadi lebih menantang, termasuk naphtha yang digunakan dalam proses produksi plastik dan berbagai komponen interior kendaraan.

    Belum lagi biaya tenaga kerja di Jepang yang terus meningkat. Data dari Kementerian Tenaga Kerja Jepang menunjukkan rata-rata gaji bulanan pekerja tetap di sektor manufaktur kini mencapai 370.000 yen atau sekitar Rp40 jutaan per bulan, meningkat sekitar 20% dibandingkan 10 tahun lalu.

    Tak hanya itu, pabrikan dan pemasok asal Jepang juga menghadapi persaingan yang semakin ketat dari produsen otomotif China. Baik produsen mobil maupun pemasok komponen dari Negeri Tirai Bambu tersebut dikenal mampu menawarkan biaya produksi yang lebih rendah dengan proses pengembangan yang lebih cepat.

    Karena itu, meningkatkan efisiensi produksi tanpa mengorbankan kualitas menjadi salah satu fokus utama industri otomotif Jepang saat ini.

    JAMA

    Sebagai informasi, JAMA sendiri beranggotakan Toyota, Honda, Nissan, serta sejumlah produsen kendaraan Jepang lainnya. Sementara JAPIA menaungi sekitar 450 perusahaan pemasok komponen otomotif.

    Toyota bahkan disebut telah membentuk tim khusus untuk mulai mengevaluasi komponen menggunakan standar baru ini bersama para pemasok. Evaluasi tersebut juga melibatkan pabrikan lain seperti Honda dan Nissan dalam pertemuan rutin yang dilakukan secara berkala.

    Menariknya, langkah ini bukan berarti Toyota dan pabrikan Jepang akan menurunkan standar kualitas produknya. Justru sebaliknya, mereka berusaha mengurangi praktik over quality control yang selama ini membuat banyak komponen layak pakai berakhir menjadi limbah.

    Sumber: Nikkei Asia

  • 2026 Monaco Grand Prix: Antonelli dan Hamilton Menang Banyak di Tengah Lautan Penalti

    2026 Monaco Grand Prix: Antonelli dan Hamilton Menang Banyak di Tengah Lautan Penalti

    Jika kita berbicara mengenai sirkuit Monte-Carlo di Formula 1, anda akan dihadapkan dengan 2 opini. Ada satu opini yang mengatakan bahwa Monaco Grand Prix ini adalah ronde balapan yang paling sakral, dengan banyak momen bersejarah dan masih menjadi salah satu sirkuit yang susah untuk ditaklukan. Dan ada satu opini yang mengatakan jika balapan di Monaco ini adalah yang paling membosankan karena mobil F1 modern sudah sangat membengkak seperti bagaikan anggaran program tidak penting. Namun Monaco GP pada tahun 2026 ini membawa hal-hal yang sangat mengejutkan.

    Yang awalnya dibuka dengan start bermasalah yang berujung DNF untuk Max Verstappen, berakhir dengan kekacauan standing restart dan membawa Kimi Antonelli kepada kemenangan ke-5 dan grand slam pertamanya, yang membuat pembalap muda dari Itali tersebut menjadi pembalap termuda yang meraih grand slam. Dengan begitu, mari kita cek para winner and loser pada balapan kali ini di Monte-Carlo!

    WINNER: Kimi Antonelli (Mercedes)

    Jika pada balapan-balapan sebelumnya masih menjadi Achilles Heel bagi Kimi Antonelli, kini ia bisa merayakan segalanya, karena Antonelli berhasil melakukan race restart dengan mulus dan mampu menahan pembalap lainnya untuk memenangkan balapan di Monaco. Bukan hanya itu saja, ia berhasil meraih kemenangan dengan mulai dari pole, memimpin balapan selama 78 putaran, dan mengambil fastest lap sekaligus. Dan andaikan saja hal tersebut bisa dikatakan untuk loser menurut kami yang berikut.

    LOSER: Alpine

    Jika patah hati bisa harus diekspresikan bukan lewat kata-kata namun dari hasil dan foto, maka Alpine adalah contoh yang bagus. Setelah memulai balapan dari P9 dan dalam pada akhir balapan sudah di P3, Pierre Gasly sudah mempunyai kesempatan emas untuk mendapatkan podium di ronde paling sakral dalam kalender F1. Namun kata bertakdir lain, saat Gasly terdeteksi melewati batas kecepatan pit lane sebanyak 2 kali dan harus dihukum selama 10 detik total, dan finis P7. Sedangkan untuk Colapinto, tidak banyak hal lagi yang bisa dia lakukan setelah mengalami kecelakaan yang membuat Carlos Sainz tidak bisa melewati garis finis.

    WINNER: Lewis Hamilton (Ferrari)

    Lewis Hamilton sepertinya sedang berada dalam posisi yang sangat bagus, hal yang tidak diduga setelah tidak meraih apa-apa pada musim 2025 kemarin. Pada musim 2026 ini, pembalap dengan 7 gelar dunia ini sudah mencetak 3 podium, dengan podium terbaru pada balapan di Monaco dengan finis P2, yang merupakan P2 back-to-back setelah meraih podium ke-2 di Kanada juga. Dan omong-omong mengenai P2, itulah posisi Lewis Hamilton dalam klasemen pembalap saat ini! Karena George Russell harus melakukan drive-through penalty setelah race restart dan keluar dari poin, pacar dari seorang Kardashian berhasil menyalip Russell untuk P2, dan bahkan bisa saja menjadi salah satu pesaing untuk meraih gelar 2026 selain Antonelli! Praise be, Tifosi!

    LOSER: Charles Leclerc (Ferrari)

    Namun tidak semua di Ferrari bisa menikmati kesenangan tersebut. Sang pembalap tuan rumah Charles Leclerc harus menelan pil pahit setelah kutukan home race yang pernah melingkarinya kini kembali kambuh. Pada putaran ke-66, Leclerc mengalami lock-up dan menabrak Anthony Noghès corner (Turn 19) dan mengalami DNF. Yang awalnya dikatakan merupakan permasalahan rem, tabrakan Leclerc yang menjadi katalis untuk red flag, karena pada putaran tersebut banyak sekali aspal jalan dalam corner tersebut mulai terkupas. Dan itu baru dilakukan saat Leclerc celaka, yang merupakan celaka ke-2 pada putaran tersebut karena Lance Stroll (Aston Martin) mengalami kecelakaan yang serupa. Oh, dan mengenai Aston Martin…

    WINNER: Fernando Alonso (Aston Martin)

    Balapan kali ini tetap terlihat menjadi balapan dengan 0 ekspektasi untuk Aston Martin, setelah kualifikasi paling belakang untuk Fernando Alonso (P21) dan Stroll (P22). Dan bahkan setelah memanfaatkan pembalap lain yang DNF yang membuat Alonso naik banyak posisi sampai P11, yang masih merupakan performa yang terlalu luar biasa, ia tetap dibelakang Sergio Perez (Cadillac) yang di P10 dan meraih poin pertama untuk Cadillac, sang tim ke-11. Namun semua itu menjadi percuma, karena pada standing restart, Perez keluar pada starting box-nya, dan mendapatkan penalti 10 detik dan turun ke P15. Alhasilnya? Alonso berhasil memberi Aston Martin poin pertama setelah penderitaan selama 5 balapan dengan hasil nihil.

  • Jetour Resmi Meluncurkan T1 dengan Pilihan Mesin Hybrid i-DM!

    Jetour Resmi Meluncurkan T1 dengan Pilihan Mesin Hybrid i-DM!

    JETOUR secara resmi meluncurkan model terbarunya, JETOUR T1, di Indonesia. T1 dipasarkan sebagai Urban Adventure SUV dan hadir dengan desain tangguh, teknologi modern, kenyamanan premium, serta dua pilihan mesin yang memberikan fleksibilitas lebih bagi konsumen Indonesia, dengan pilihan mesin bensin konvensional dan mesin bensin hybrid dual-mode atau i-DM. Peluncuran SUV terbaru ini merupakan langkah strategis dari JETOUR untuk memenuhi perubahan kebutuhan konsumen yang kini lebih terbuka terhadap kendaraan listrik, tetapi tetap membutuhkan fleksibilitas dalam mobilitas sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.

    “JETOUR terus menghadirkan solusi mobilitas cerdas melalui pengembangan strategi Travel+. Didukung teknologi energi baru, inovasi global, serta ekosistem layanan yang kuat, kami bangga menghadirkan JETOUR T1 sebagai Urban Adventure SUV yang memadukan desain tangguh, teknologi hybrid cerdas, kenyamanan premium, performa andal, dan kepraktisan untuk mendukung berbagai gaya hidup dan perjalanan konsumen Indonesia,” ujar Caroline Ling, President Director PT JETOUR Sales Indonesia.

    Dengan mengenalkan T1 i-DM, JETOUR juga menunjukkan keunggulan sistem hybrid mereka yang dinamakan Intelligent Dual Mode (i-DM), sebuah sistem hybrid adaptif otomatis yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik. Sistem terintegrasi ini didukung oleh tiga komponen utama, yaitu mesin ACTECO 1.5 TGDI, transmisi DHT, dan baterai LFP berkapasitas 18,4 kWh. Mesin hybrid tersebut mampu menghasilkan efisiensi termal hingga 44,5%, sementara baterainya telah bersertifikat IP68 dan mendukung pengisian daya cepat dari 30 hingga 80 persen dalam 27 menit. Berkat integrasi ini, JETOUR T1 i-DM dapat menempuh jarak hingga 100 kilometer dalam mode listrik murni berdasarkan standar WLTC. Sistem i-DM menyediakan berbagai skenario berkendara adaptif, mulai dari Pure EV Drive untuk kemacetan kota, hingga Series, Parallel, dan Direct Engine Drive yang menyesuaikan kecepatan serta kondisi baterai. Seluruh teknologi ini dirancang untuk memberikan keseimbangan antara efisiensi energi dan performa optimal tanpa mengubah kebiasaan berkendara konsumen secara drastis.

    “Kami melihat banyak konsumen yang tertarik pada teknologi elektrifikasi, tetapi tetap membutuhkan kendaraan yang praktis, nyaman, dan fleksibel untuk berbagai kebutuhan perjalanan. Untuk itu, JETOUR T1 hadir dengan sistem yang tidak hanya memilih antara efisiensi atau performa, tapi mampu menghadirkan keduanya dalam satu pengalaman berkendara yang seamless dan efisien,” ujar Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia.

    JETOUR T1 dirancang sebagai SUV modern berdimensi luas dengan kapasitas bagasi hingga 1.455 liter untuk mendukung kenyamanan berkendara dan berbagai gaya hidup. Kabin kendaraan ini dibuat sangat senyap di bawah 40 dB saat idle berkat penggunaan 79 titik peredam suara dan double-layer acoustic glass. Kenyamanan penumpang semakin optimal dengan hadirnya fitur pendukung seperti 24 Hour Parking AC, Nap Mode, hingga leg rest khusus untuk kursi depan. SUV ini juga dilengkapi fitur keselamatan canggih berupa bodi high-strength steel 80% dan 13 fitur ADAS, serta teknologi V2L 3,3 kW untuk menyuplai daya listrik eksternal. Selain varian elektrifikasi (i-DM), JETOUR juga menyediakan varian ICE bermesin 2.0L turbo yang menghasilkan tenaga 187 kW dan mengusung karakter Urban Adventure.

    “JETOUR berkomitmen untuk menghadirkan SUV yang tidak hanya menawarkan desain, teknologi, dan kenyamanan, tetapi juga value yang benar-benar relevan bagi konsumen Indonesia. Melalui JETOUR T1, kami ingin memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen Indonesia yang ingin mulai menikmati manfaat elektrifikasi melalui teknologi i-DM maupun bagi mereka yang masih menginginkan pengalaman berkendara konvensional. Kami percaya setiap konsumen memiliki kebutuhan yang berbeda, dan kami ingin memberikan kebebasan untuk memilih teknologi yang paling sesuai dengan gaya hidup mereka,” ujar Michael Budihardja, Sales Director PT JETOUR Sales Indonesia.

    JETOUR T1 hadir dalam lima pilihan warna menarik, termasuk warna eksklusif Electroplated Green yang merupakan special color dengan penambahan biaya sebesar Rp10.000.000. Selain itu, JETOUR T1 dijual dengan harga Rp408.000.000 untuk tipe 2.0T, sedangkan varian JETOUR T1 i-DM ditawarkan seharga Rp558.000.000 on the road Jakarta. Namun, JETOUR memberikan penawaran spesial dengan potongan harga sebesar Rp20.000.000 bagi 500 pembeli pertama di seluruh Indonesia untuk kedua varian tersebut. Guna memperkenalkan lini Urban Adventure SUV terbaru ini, pameran JETOUR sedang berlangsung di The Forum, Summarecon Mall Serpong hingga 7 Juni 2026. Selain pameran, pengunjung juga dapat menguji langsung performa dan kenyamanan berkendara mobil ini di Special Test Drive Area, Uptown Park, Summarecon Mall Serpong.

  • 2 Hari Pakai BYD Atto 1, EV Rp200 Jutaan Ini Bikin Kaget!

    2 Hari Pakai BYD Atto 1, EV Rp200 Jutaan Ini Bikin Kaget!

    Halo warga CeDe! Selamat datang di segmen review.

    Dan di segmen review pertama ini, kami, lebih tepatnya saya, akan membahas bagaimana rasanya hidup 2 hari pakai EV Rp200 jutaan. Mobil ini sudah banyak bertebaran di jalan, tau kan mobilnya apa? Yes, inilah dia BYD Atto 1 2025!

    Disclaimer dulu, mobil yang saya pakai ini merupakan tipe Dynamic VIN 2025. Jadi, ini adalah unit CBU, bukan CKD seperti VIN 2026.

    Oke, sekarang mari kita bahas.

    Hal pertama yang saya rasakan ketika mengendarai BYD Atto 1 ini adalah kemudahan membawanya. Seperti yang kalian tau, Atto 1 ini merupakan mobil compact hatchback yang panjangnya nggak sampai 4 meter, tepatnya di angka 3.925 mm saja. Lebarnya pun hanya 1,72 meter, masih lebih kecil dibanding Geely EX2, tapi sedikit di atas Wuling Binguo. Hal ini terasa ketika saya melewati atau melakukan manuver di tempat-tempat seperti parkiran apartemen atau jalan-jalan kecil khas Depok.

    Selain dimensi yang kecil tadi, radius putar yang super kecil di angka 4,95 meter juga turut membantu manuver. Ditambah lagi hadirnya kamera mundur dan spion yang cakupannya luas untuk mobil sebesar ini.

    Tapi, walaupun dimensi mobil ini mungil, ruang kabinnya masih terasa lapang untuk saya yang tingginya 159 cm. Bisa dilihat dari foto di bawah ini, posisi jok sopir sudah saya set dengan posisi nyetir ternyaman saya. Ruang kaki masih bisa saya dapatkan sekitar 10 jari, dan kaki saya pun masih bisa masuk ke bawah bangku. Memang, untuk ruang kepala tidak sebesar ruang kakinya, tapi untuk saya masih sangat aman.

    Lanjut, hal kedua yang saya rasakan dari mobil ini adalah rasa pedal gas dan remnya yang terasa natural untuk sebuah EV.

    Mulai dari pedal remnya dulu. Kebanyakan EV, apalagi di rentang harga Rp200 jutaan, punya rasa pedal rem yang terasa kurang natural. Tidak dengan BYD ini. Rasa pedal remnya masih terasa natural layaknya mobil ICE. Hanya saja, travel pedalnya memang pendek, tapi itu tidak jadi masalah bagi saya. Toh mobil EV juga terbantu dengan regenerative braking yang lagi-lagi terasa menyenangkan di mobil ini.

    Walaupun semua lini BYD termasuk Atto 1 ini hanya memiliki 2 mode regenerative braking (Standard dan High), rasanya tidak lebay atau terasa terlalu powerful, bahkan di mode High sekalipun. Dan saya suka itu, karena saya masih lebih suka pengereman yang halus atau natural ala ICE.

    Lalu bagaimana dengan pedal gasnya?

    Jujur saja, untuk yang ini saya kurang suka. Kenapa? Karena pedal gas mobil ini harus diinjak cukup dalam, atau bahkan sampai setengah gas dulu, baru mobilnya mau bergerak. Mirip sekali dengan rasa pedal gas BYD M6 EV. Mungkin BYD punya pertimbangan lain dalam men-setting rasa pedal gas pada Atto 1 ini, karena pada dasarnya mobil ini dirancang sebagai city car, belum lagi tenaga dan torsinya yang tergolong rendah untuk sebuah EV. Tapi bagi kalian para beginner, pedal gas ini sangat cocok untuk kalian. Tidak heran mengapa sekarang sudah ada kursus mobil yang menggunakan Atto 1.

    Sekarang, masuk ke pengalaman berkendaranya, dan yang ini, saya suka.

    Untuk EV Rp200 jutaan, mobil ini tergolong enak. Bahkan rasa mobil ini 11-12 dengan suatu brand Jepang yang terkenal di Indonesia juga.

    Mulai dari steering feel. Biasanya, mobil Tiongkok selalu kalah soal steering feel. Tidak dengan Atto 1 ini. Setir mobil ini masih cukup bisa berkomunikasi dengan jalanan, tidak terasa hambar, dan beratnya pun pas. Kombinasi yang susah ditemukan di mobil-mobil Tiongkok.

    Tapi seenak-enaknya steering feel mobil ini, tetap ada flaw-nya.

    Jika di kebanyakan mobil yang setirnya bisa centering ke tengah itu terasa enak dan natural, di mobil ini tidak. Setelah mendekati posisi tengah, mobil ini malah seperti membanting setirnya sendiri. Dan ini cukup bikin kaget bagi yang pertama kali pakai mobil ini. Jadi kalian harus hati-hati.

    Dan satu lagi yang saya sadari, ketika dipakai dalam kecepatan tinggi terutama di tol, steering feel mobil ini justru terasa makin ringan. Alhasil, input setir kecil sedikit saja sudah cukup membuat arah mobil berubah. Padahal, suspensinya sendiri sebenarnya antep dan cukup meyakinkan. Jadi saat cruising di kecepatan tinggi, setir mobil ini tetap harus dipegang dengan cukup hati-hati.

    Lanjut ke suspensi, chef’s kiss.

    Selain rasa setirnya yang mirip dengan suatu brand Jepang terkenal itu, rasa suspensinya pun mirip-mirip. Hanya saja, settingan di Atto 1 ini terasa sedikit lebih mahal dan lebih nyaman, mungkin sekitar 5% lebih baik.

    Selain nyaman, handling mobil ini juga cukup cekatan. Padahal, suspensi belakang mobil ini masih menggunakan torsion beam, bukan multi-link seperti EX2. Good job BYD. Salah satu mobil dengan suspensi terenak di rentang harga Rp200 jutaan.

    Oh ya, walaupun tipe Dynamic ini tidak memiliki telescopic steering, untuk saya dengan tinggi 159 cm, posisi nyetirnya sudah sangat pas untuk kaki dan tangan saya. Well done.

    Lalu bagaimana dengan kekedapan kabinnya?

    Selayaknya mobil Tiongkok, mobil ini kedap. Bahkan untuk mobil seharga Rp200 jutaan, ini termasuk kategori sangat kedap. Masih jadi misteri kenapa mobil-mobil Tiongkok bisa all-out soal kekedapan.

    Tapi… layaknya EV kebanyakan, terutama EV Tiongkok, road noise-nya cukup masuk. Walau masih dalam taraf wajar, saya rasa jika ban bawaannya diganti ke merek yang lebih oke, road noise-nya akan berkurang lumayan banyak.

    Oke-oke… sekarang rasanya review ini too good to be true.

    Sekarang kita bahas kekurangan dari mobil ini, and I have several lists.

    Yang pertama, membawa mobil ini di kondisi hujan adalah hal yang melelahkan. Karena kaca depan mobil ini sangat gampang berembun, sehingga setiap 15 sampai 20 menit sekali saya harus menyalakan front defogger-nya.

    Kedua, blind spot di mobil ini sangat parah. Terutama di bagian pilar C-nya. Entah karena desain sampingnya yang lancip atau apa, yang jelas kalian harus hati-hati kalau bawa mobil ini, terutama saat merging. It’s extremely painful.

    Dan karena pilar C yang sangat tebal itu, duduk di baris kedua pun terasa claustrophobic, ditambah kaca pintu baris kedua yang ditarik ke atas. Lumayan bikin tersiksa sih.

    Ketiga, absennya lampu kabin di baris kedua. Sudah seharusnya mobil ini punya lampu kabin di baris kedua, apalagi warna interior mobil ini dominan hitam sampai ke plafon. Kalau HP kalian jatuh, ya harus pakai flashlight HP teman kalian buat nyari.

    Dan terakhir, seperti yang saya mention di atas, pedal gas mobil ini harus diinjak cukup dalam. Bagi saya yang sudah terbiasa nyetir dan punya mobil dengan pedal gas sensitif, saya butuh pembiasaan yang cukup lama, bahkan di drive mode Standard sekalipun.

    So, verdict-nya gimana?

    Untuk mobil harga Rp200 jutaan, mobil ini layak untuk dibeli. Terutama buat kalian yang lagi mencari first car atau first EV. Dan kalau kalian tidak masalah dengan kekurangan yang saya mention tadi, langsung beli aja udah.

    Oh iya, kalau kalian tanya ke saya, upgrade ke VIN 2026 ini menarik atau nggak?

    Kalau menurut saya pribadi, hmm… nggak. Memang ada beberapa improvement seperti electronic column shifter, center console baru, electric folding mirror, electric driver seat, sampai kamera 360 untuk tipe Premium. Bahkan sekarang juga hadir varian STD dengan harga mulai Rp199 jutaan.

    Tapi di sisi lain, ada dua hal yang menurut saya cukup krusial malah dikurangi di VIN 2026 ini. Pertama, rear defogger yang sekarang dihilangkan di semua tipe. Kedua, jumlah airbag di tipe Premium yang berkurang dari sebelumnya 6 airbags menjadi 4 airbags. Dan buat saya pribadi, dua fitur ini justru lebih penting dibanding beberapa penambahan fiturnya.

    Jadi kalau kalian sudah punya ATTO 1 VIN 2025, menurut saya nggak perlu buru-buru upgrade ke VIN 2026

    Terakhir, shout out to B Channel yang telah meminjamkan mobil ini kepada kami. Mampir ke YouTube beliau ya!

    Thank you guys for reading. See you guys on the next review.

  • iCAR V23 Resmi Meluncur di Indonesia, Mulai dari Rp 389,9 Juta!

    iCAR V23 Resmi Meluncur di Indonesia, Mulai dari Rp 389,9 Juta!

    JAKARTA – Pada Sabtu (23/5) kemarin, iCAR Indonesia resmi meluncurkan iCAR V23 di Indonesia melalui acara grand launch yang digelar di Orion’s Belt Bowling, PIK 2. Dalam momentum ini, iCAR Indonesia turut mengumumkan official starting price iCAR V23 untuk pasar Indonesia.

    Kehadiran iCAR V23 menandai langkah resmi iCAR dalam memperkenalkan SUV EV boxy modern yang menggabungkan desain ikonik, teknologi kendaraan listrik, kemampuan berkendara praktis, serta ruang personalisasi yang lebih ekspresif bagi konsumen Indonesia.

    Zeng Shuo, President Direktur Chery Group Indonesia, mengungkapkan;

    Sejak pertama kali diperkenalkan di IIMS 2026, iCAR V23 telah menarik perhatian publik melalui karakter SUV EV boxy yang berbeda serta pengenalan tiga edition, yaitu OG Edition, Pro Edition, dan Pro Plus Edition. Kami melihat respons yang sangat positif dari masyarakat dan pecinta otomotif Indonesia. Kami juga sangat mengapresiasi kepercayaan konsumen yang telah melakukan pre-booking bahkan sebelum harga resminya diumumkan. Peluncuran hari ini menjadi langkah penting bagi iCAR untuk hadir lebih dekat dengan konsumen Indonesia.

    Dengan harga dibawah 400 jutaan, apakah iCar V23 ini akan menjadi gebrakan besar berikutnya dari Chery Group? Mari kita lihat. Oh iya, tunggu review lengkap kami dari V23 di website kami ya!

  • Honda Resmi Serahkan Prelude Kepada 20 Konsumen Pertama di Indonesia!

    Jakarta – Pada Sabtu, 20 Mei 2026, Honda Prospect Motor secara resmi melakukan serah terima Honda Prelude kepada 20 konsumen pertama di Indonesia dalam acara yang digelar di Vault Automotive Museum, Cipete, Jakarta Selatan.

    Sejak pemesanan dibuka dari bulan Januari lalu, Honda Prelude mendapatkan respons yang sangat positif dari masyarakat. Amino masyarakat yang sangat tinggi membuat catatan pemesanan Honda Prelude sebanyak 280 unit, angka tersebut sangat fantastis mengingat kuota Honda Prelude tahun ini hanya terbatas 150 unit.

    Sebagai salah satu model ikonik Honda, Prelude memiliki sejarah panjang dalam menghadirkan pengalaman berkendara yang tidak hanya cepat, tetapi juga memiliki koneksi emosional antara mobil
    dan pengemudinya. Kini melalui generasi terbaru, Honda membawa karakter tersebut ke era baru elektrifikasi tanpa menghilangkan rasa berkendara yang selama ini menjadi ciri khas Honda.

    President Director PT Honda Prospect Motor, Masanao Kataoka mengatakan, “Honda Prelude merepresentasikan bagaimana Honda membawa driving spirit ke era baru elektrifikasi, tanpa
    meninggalkan karakter yang membuat orang jatuh cinta pada Honda sejak awal. Prelude bukan sekadar kembalinya sebuah nama ikonik, tetapi pengingat bahwa teknologi seharusnya tidak menghilangkan rasa di balik kemudi.”

    Momen serah terima ini sekaligus menjadi pembukaan dari Honda Culture at Vault Automotive Museum, sebuah curated exhibition yang menampilkan perjalanan Honda melalui berbagai model ikonik, filosofi engineering, budaya balap, serta evolusi karakter berkendara Honda dari masa ke masa.

    Di exhibition ini Honda juga menampilkan berbagai model heritage lintas generasi di Vault Automotive Museum. Kehadiran model-model tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Honda dalam
    menghadirkan kendaraan yang bukan hanya berfungsi sebagai alat mobilitas, tetapi juga mempunyai karakter, passion, dan hubungan emosional dengan penggunanya.

    Kataoka menambahkan, “Bagi Honda, heritage bukan sekadar nostalgia. Heritage adalah bukti dari apa
    yang mampu diciptakan sebuah brand secara konsisten di masa lalu, masa kini, dan masa depan. Bukti bahwa nilai, filosofi engineering, dan hubungan emosional dengan konsumen dapat terus bertahan lintas generasi.”.

  • Chery Q Resmi Tampil Perdana di Indonesian Idol 2026, Compact EV Terlengkap?

    Jakarta – Chery Indonesia resmi memperkenalkan Chery Q kepada publik melalui panggung Indonesian Idol 2026 hari ini di Jakarta. Chery Q hadir sebagai The Most Complete Compact EV yang dirancang untuk menjawab kebutuhan konsumen Indonesia terhadap kendaraan listrik compact yang tidak hanya efisien, tetapi juga nyaman, praktis, aman, dan menyenangkan digunakan setiap hari.


    Selaras dengan semangat “I’m Happy, Thank Q” yang diusung Chery untuk Chery Q di Indonesia, Chery Q hadir melalui fitur unggulan yang dikategorikan ke dalam 4 pilar yaitu Complete Driving Experiences, Complete Space and Comfort, Complete Practicality, dan Complete Safety Tech. Chery Q didesain untuk “Gen Q”—generasi urban progresif yang mencari keseimbangan antara kepraktisan, teknologi, dan fokus keluarga. Karakter ini selaras dengan tren mobilitas elektrifikasi yang semakin praktis dan ekspresif, tercermin dari minat 75% Gen Z dan Milenial untuk beralih ke EV dalam lima tahun ke depan, serta lonjakan pasar BEV nasional sebesar 96% YoY hingga mencapai 33,15 ribu unit pada Kuartal I 2026.

    Berangkat dari karakter tersebut, Indonesian Idol 2026 pun dipilih sebagai panggung pengenalan Chery Q di Tanah Air. Zeng Shuo menjelaskan;

    Sebagai salah satu model elektrik yang meraih antusiasme masif secara global, Chery Q kini menjadi salah satu topik pencarian utama di segmen compact EV Indonesia dalam beberapa bulan terakhir. Kami mengamati bahwa ‘Gen Q’ di Tanah Air menginginkan moda transportasi yang efisien, cerdas, sekaligus praktis untuk menunjang rutinitas. Chery Q kami hadirkan dengan memahami mendalam terhadap ekosistem mobilitas di Indonesia, mulai dari kelegaan ruang kabin, smart cockpit, teknologi fast charging,
    hingga sistem keselamatan komprehensif. Melalui sinergi keunggulan tersebut, kami menghadirkan Smart Compact EV yang paling relevan bagi gaya hidup urban yang progresif.

    Sebagai kendaraan yang dibuat untuk Gen Q, Chery Q menyasar generasi urban progresif yang mencari keseimbangan antara teknologi, kepraktisan, kenyamanan, ekspresi personal, dan kebutuhan keluarga melalui fitur unggulan berikut; sebut saja Complete Driving Experience dengan jaminan pengalaman berkendara yang lebih personal, Complete Space and Comfort yang menawarkan rear leg-room 977 mm dan head-room 985 mm, sehingga penumpang dapat menikmati ruang kabin yang lebih nyaman, Complete Practicality yang menjujung fitur harian yang mudah digunakan macam hadir daya jelajah hingga 400 km NEDC serta fitur V2L (Vehicle to Load) yang berkapasitas 6,6 kW memungkinkan Chery Q menjadi sumber energi portabel.

    Masih kurang? ada Complete Safety Tech struktur Super
    Safe Frame dengan 82% rangka berbahan high-strength steel dan 20 fungsi Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) yang membantu pengemudi meminimalkan risiko dalam berbagai kondisi berkendara. Ada juga Autonomous Parking Assist (APA) dan HD Panoramic Camera 540° juga memberikan kemudahan saat bermanuver di jalan sempit, area parkir mal, gedung perkantoran, maupun kawasan hunian padat.

    Chery Indonesia juga menghadirkan Upgrade to SIGMA Package, program eksklusif bagi konsumen awal Chery Q di Indonesia. Melalui program ini, konsumen akan mendapatkan paket fitur SIGMA mencakup Power Tailgate, Autonomous Parking Assist, Special Design 17” Rim, dan External Communication Audio. Paket ini dirancang untuk memperkuat pengalaman Chery Q sebagai The Most Complete Compact EV yang lebih praktis, nyaman, mudah digunakan, dan ekspresif dalam mobilitas harian generasi urban.

  • Volvo Resmi Luncurkan EX90 di Indonesia, Pesona SUV Mewah Khas Scandivania!

    Jakarta – Volvo Car Indonesia resmi meluncurkan all-new Volvo EX90, SUV listrik flagship terbaru yang menjadi lini SUV listrik premium tertinggi Volvo saat ini. EX90 menandai langkah besar Volvo dalam memperkuat komitmennya terhadap elektrifikasi di Indonesia, sekaligus memperluas pilihan kendaraan listrik premium bagi konsumen.

    Dibangun menggunakan platform khusus SPA2 yang sama layaknya lineup sedan Volvo ES90, Volvo EX90 menggabungkan desain khas Skandinavia, teknologi keselamatan canggih, performa listrik yang bertenaga,
    serta konektivitas pintar dalam satu kendaraan. EX90 menjadi kendaraan paling canggih yang pernah dihadirkan Volvo hingga saat ini.

    “Volvo EX90 merepresentasikan visi kami terhadap masa depan mobilitas, di mana kendaraan listrik tidak hanya menghadirkan performa, tetapi juga pengalaman berkendara yang lebih
    aman, lebih nyaman, dan lebih cerdas. Kami bangga menghadirkan SUV listrik flagship ini di Indonesia sebagai bagian dari komitmen jangka panjang Volvo dalam mendukung mobilitas premium yang lebih berkelanjutan,” ujar Koji Horii, Chief Executive Officer Volvo Car Indonesia.

    Volvo EX90 dibekali baterai berkapasitas 111 kWh yang didukung teknologi DC fast charging hingga 250 kW, baterai EX90 dapat diisi dari 10 hingga 80 persen hanya dalam kurun waktu sekitar 30 menit, baterai berkapasitas 111 kWh ini memberikan jarak tempuh sekitar 600 kilometer dalam sekali pengisian daya.

    Volvo EX90 tersedia dalam dua pilihan konfigurasi penggerak, yaitu Twin Motor dan Twin Motor Performance. Varian Twin Motor Performance mampu menghasilkan tenaga hingga 510 horsepower dengan akselerasi 0–100 km/jam dalam 4,9 detik. Sementara itu, varian Twin Motor menghasilkan tenaga 402 horsepower dengan akselerasi 0–100 km/jam dalam 5,9 detik.

    Selain menghadirkan performa unggulan, EX90 juga dilengkapi dengan fitur Vehicle-to-Load (V2L) yang
    memungkinkan baterai kendaraan digunakan untuk menyalakan perangkat elektronik eksternal saat dibutuhkan.

    Di bagian interior, Volvo EX90 menghadirkan kabin luas dengan konfigurasi tiga baris kursi
    yang dapat menampung hingga enam atau tujuh penumpang. Sebagai pusat pengalaman infotainment, EX90 dilengkapi layar sentuh vertikal 14,5 inci dengan Google built-in, yang terintegrasi dengan panel informasi pengemudi berukuran 9 inci serta sistem audio premium dari Bowers and Wilkens yang dilengkapi dengan mode audio Abbey Road Studios serta Dolby Atmos.

    Terkait teknologi keselamatan, tentu Volvo merupakan juaranya, dan EX90 menghadirkan salah satu teknologi
    keselamatan paling canggih yang pernah dimiliki Volvo hingga saat ini. Volvo EX90 dilengkapi berbagai fitur ADAS, termasuk Collision Avoidance dengan Automatic Emergency Braking, Blind Spot Information System (BLIS) dengan Steer Assist, Alert dengan Autobrake, Pilot Assist dengan Lane Change Assist, serta Driver Monitoring Alert sebagai standarnya.

    Volvo Car Indonesia juga resmi merilis harga resmi dari Volvo EX90, SUV listrik premium ini dibanderol dengan harga Rp2.550.000.000 On The Road Jakarta.

    Kehadiran Volvo EX90 semakin memperkuat jajaran kendaraan premium Volvo Car Indonesia, bersama
    model seperti Volvo XC90 dan Volvo XC60, sekaligus memperluas portofolio kendaraan listrik penuh (fully electric) Volvo di pasar Indonesia.

  • Kia Indonesia Perluas Akses dan Ownership Experience di Surabaya Dengan Dealer Kia Spazio Tower

    Kia kembali memperkuat langkah ekspansinya di Indonesia melalui peresmian dealer Kia Spazio Tower, yang berlokasi di kawasan Surabaya Barat. Kehadiran dealer ini menjadi bagian dari strategi Kia untuk memperluas jaringan dan menghadirkan layanan Accessible Premium di wilayah Jawa Timur.

    Kia Spazio Tower berlokasi di Jl. Mayjend. Jonosewojo Kav.3, Pradahkal, Surabaya, Graha Famili, Surabaya Barat, 60225, yang di kelola oleh Kia Azimut Group. Fasilitas Kia Spazio Tower ini menempati area seluas 199 m² yang terdiri dari area semi outdoor maupun indoor, dealer ini di rancang menghadirkan pengalaman eksplorasi produk kendaraan Kia yang lebih nyaman bagi konsumen di Surabaya dan Jawa Timur.

    Jong Sung Park, CEO of Kia Sales Indonesia, menyampaikan

    Pembukaan Kia Spazio Tower adalah bagian dari komitmen jangka panjang kami untuk tumbuh lebih dekat dengan konsumen Indonesia, khususnya di Surabaya dan Jawa Timur yang memiliki potensi sangat besar bagi pertumbuhan Kia ke depan. Kami ingin memastikan pelanggan merasakan kenyamanan dan akses penuh ownership experience Kia secara lebih accessible, mulai dari proses pembelian hingga layanan aftersales.

    Kia Spazio Tower Hadirkan Layanan dan Ownership Experience yang Lebih Lengkap

    Kia Spazio Tower dirancang sebagai dealer yang menghadirkan layanan terintegrasi bagi pelanggan Kia di Surabaya dan Jawa Timur. Dealer ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang dirancang untuk menghadirkan kenyamanan dan kemudahan dalam pembelian kendaraan Kia, mulai dari showroom area, customer lounge, dealing area, reception area, hingga fasilitas pendukung lainnya. Pengunjung juga dapat melakukan test drive dan merasakan langsung sensasi berkendara dengan mobil Kia terbaru.

    Kia Spazio Tower menghadirkan berbagai lini produk unggulan Kia, hingga model terbaru seperti The all-new Carens dan The new Sonet yang sebelumnya diperkenalkan pada ajang IIMS 2026 lalu.

    Adapun Harga OTR Jawa Timur untuk The all-new Carens sebagai berikut:

    ·       Trendy: Rp318.000.000

    ·       Motion: Rp358.000.000

    ·       Signature: Rp.398.000.000


    Sementara itu, Harga OTR Jawa Timur untuk The new Sonet sebagai berikut:

    ·       Trendy: Rp278.000.000

    ·       Motion: Rp304.000.000

    ·       Signature: Rp.334.000.000


    Kia juga menghadirkan berbagai program layanan purna jual yang dapat dinikmati pelanggan Kia Spazio Tower, seperti 4 Years Free Service, Gratis biaya jasa perawatan berkala hingga 4 tahun khusus pengguna The all-new Carens dan The new Sonet), hingga 8 Years / 160.000 km Battery Warranty: Garansi baterai hingga 8 tahun atau 160.000 km (khusus pengguna EV dan Hybrid Kia).