Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!
Author: neilstanley1111@protonmail.com
-

iCAR V23 Resmi Diserahkan Kepada Para Konsumen Pertamanya di Indonesia!

JAKARTA – Setelah resmi memasuki pasar Indonesia melalui ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 dan memperoleh sambutan positif dari masyarakat, Sabtu kemarin (4/6) iCAR Indonesia mulai menyerahkan unit V23 kepada para konsumen pertamanya. Momen ini menjadi tonggak penting yang menegaskan komitmen iCAR untuk tidak hanya menghadirkan kendaraan listrik yang inovatif, tetapi juga memberikan pengalaman kepemilikan yang menyeluruh melalui layanan penjualan dan purna jual yang andal.
Selain menandai langkah penting dalam perjalanannya di Indonesia melalui dimulainya penyerahan perdana iCAR V23 kepada konsumen, iCAR juga rayakan semangat global Ride to Cheer di tengah euforia pesta sepak bola yang tengah berlangsung di berbagai belahan dunia.
Dua momentum tadi juga menjadi kesempatan bagi iCAR untuk memperkenalkan Marshall Ma sebagai Country Director iCAR Indonesia.

Dimulainya penyerahan unit kepada konsumen pertama merupakan awal dari perjalanan panjang iCAR di Indonesia. Kami sangat senang melihat antusiasme masyarakat terhadap iCAR V23 sejak pertama kali diperkenalkan, dan kami berkomitmen untuk terus menghadirkan produk serta layanan terbaik bagi konsumen di Indonesia.
Sejak pertama kali diperkenalkan di Indonesia, iCAR V23 hadir menawarkan pendekatan yang berbeda dibandingkan kendaraan listrik pada umumnya. Dengan menonjolkan plug-and-play customization ecosystem yang memungkinkan pengguna melakukan personalisasi kendaraan dengan lebih mudah tanpa modifikasi yang kompleks, V23 mengusung desain boxy yang ikonik dipadukan dengan teknologi modern yang dirancang bagi konsumen yang ingin mengekspresikan karakter dan gaya hidup mereka melalui kendaraan yang digunakan.

Dengan semangat global Ride to Cheer yang diwujudkan melalui kebersamaan dalam menikmati pesta sepak bola yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat. iCAR paham jika setiap perjalanan bukan sekadar perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga kesempatan untuk membangun koneksi, mengekspresikan diri, dan berbagi kebahagiaan dengan orang-orang di sekitar.
iCAR optimis dengan produk yang inovatif, jaringan dealer yang terus berkembang, serta investasi jangka panjang pada layanan pelanggan, iCAR optimistis dapat berkontribusi dalam mempercepat transformasi ekosistem kendaraan dengan energi terbarukan sekaligus menjadi pilihan baru bagi masyarakat Indonesia yang mencari kendaraan listrik dengan karakter dan gaya hidup yang berbeda.
-

Tim Anargya ITS Resmi Meluncurkan Anargya Formula EV Mark 6.0!

ITS Research Center – Tim riset kendaraan listrik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Anargya, resmi meluncurkan mobil formula listrik generasi terbaru, Anargya Formula EV Mark 6.0. Mobil ini dijadwalkan berkompetisi pada ajang Formula Society of Automotive Engineers (FSAE) Japan yang berlangsung pada 2–7 Agustus 2026 di Aichi Sky Expo, Nagoya. Di bawah bimbingan Alief Wikarta, tim yang telah berpartisipasi sejak 2019 ini akan mengikuti seluruh rangkaian perlombaan, mulai dari static event seperti business plan dan design presentation, hingga dynamic event seperti acceleration dan endurance.


General Manager Tim Anargya ITS, Fakhri Rahman Marzuki, mengungkapkan bahwa Mark 6.0 membawa peningkatan signifikan dengan pengembangan menyeluruh pada hampir seluruh subsistem dibandingkan pendahulunya, Mark 5.0. Pembaruan terlihat pada sasis tubular space frame yang lebih ringan dengan kekakuan torsional yang meningkat, serta penerapan paket aerodinamika penuh untuk menghasilkan downforce lebih besar demi menjaga stabilitas pada kecepatan tinggi. Selain itu, sistem suspensi juga dirancang ulang guna meningkatkan performa handling, didukung penggunaan ban berukuran lebih kecil agar akselerasi menjadi lebih responsif dan efisien.


Pada sektor penggerak, sistem powertrain dan baterai turut mendapat peningkatan. Tim Anargya menurunkan gear ratio menjadi 5,45, meningkatkan kapasitas baterai menjadi 10,8 kWh, serta mendongkrak continuous power hingga 29 kW. Melalui serangkaian pengembangan tersebut, Tim Anargya ITS optimistis dapat menampilkan performa terbaik sekaligus meraih hasil maksimal pada ajang FSAE Japan 2026.
-

Mendekati Peluncuran Brand, Leapmotor Menampilkan B10 di Indomobil Expo

JAKARTA – Leapmotor Indonesia memperkenalkan unit mobil listrik terbarunya, B10, dalam acara customer preview di pameran Indomobil Expo yang berlangsung di Summarecon Mall Serpong mulai 30 Juni hingga 5 Juni 2026 sebagai rangkaian persiapan menuju peluncuran resminya di GIIAS 2026. Dalam pameran ini, pengunjung dapat melihat langsung dua unit display dan mencoba satu unit test drive dari merek pabrikan Tiongkok yang berkolaborasi dengan Stellantis tersebut. Di bawah naungan PT Indomobil National Distributor selaku mitra resmi Stellantis di Indonesia, Leapmotor akan beroperasi bersama merek global lainnya seperti Citroen dan Jeep yang telah lebih dulu memasuki pasar tanah air sejak tahun 2023.
Leapmotor B10 hadir sebagai smart SUV elektrik berperforma tinggi yang dibekali baterai 67,1 kWh dengan jangkauan hingga 516 km (NEDC) serta motor listrik bertenaga 160 kW dan torsi 240 Nm dengan penggerak roda belakang yang menawarkan akselerasi mumpuni. Dibangun di atas platform LEAPMOTOR ARCHITECTURE 3.5 dengan teknologi Cell to Chassis, mobil ini memiliki rigiditas dan distribusi beban yang sangat seimbang. Selain itu, sentuhan DNA Eropa terlihat jelas pada penggunaan konfigurasi ban staggered berukuran 225/50/18 di bagian depan dan 235/50/18 di bagian belakang, yang memperkuat karakter desain serta stabilitas berkendara kendaraan ini.

“Leapmotor ini hadir dengan studi market yang cukup panjang dan dengan data yang cukup akurat dimana kami yakin baik brand ataupun produk yang di luncurkan punya tempat di hati masing – masing konsumen kami nantinya”, dikatakan oleh Bapak Samuel Christian Wowor, selaku brand head dari Leapmotor Indonesia.
Leapmotor secara ekspektasi akan diluncurkan secara penuh pada acara Gaiikindo international Autoshow (GIIAS 2026). Hingga saat ini fokus dari leapmotor indonesia lebih kepada memperkenalkan produk dan brand ini sendiri ke khalayak luas dengan harapan bisa menjadi pendatang baru yang menawarkan solusi mobilitas di era elektrifikasi saat ini.
-

Toyota Hilux Generasi ke-9 Resmi Meluncur di Indonesia: Tersedia dengan Mesin 1GD dan BEV!

JAKARTA – PT Toyota Astra Motor resmi meluncurkan Hilux terbaru setelah beberapa kali terendus di NJKB dan tertangkap kamera di jalan. Hilux yang kini memasuki generasi ke-9, tampil lebih tangguh dan advanced melalui penyegaran menyeluruh pada performa, desain, fitur kenyamanan dan keselamatan, serta kualitas berkendara.
Hilux terbaru ini hadir dalam 2 opsi mesin; mesin diesel 1GD-FTV 2.8L dengan peningkatan tenaga menjadi 201 hp dan torsi 500 Nm untuk transmisi otomatis (420 Nm untuk transmisi manual), serta Hilux Battery EV dengan 2 motor listrik dengan sistem All-Wheel Drive (AWD), baterai Lithium-ion 59,2 kWh, yang menghasilkan output maksimum ebesar 144 kW. Semua varian Hilux dukung sistem 4WD (Part Time) with Rear Differential Lock, yang semakin meningkatkan performa Hilux terbaru ini saat menghadapi berbagai kondisi jalan dan medan yang menantang.

Selain sisi performa, New Hilux turut mendapatkan penyegaran signifikan pada sisi eksterior dan interior yang membuatnya tampil semakin gagah, advanced, dan fungsional. Mengusung konsep desain yang disebut oleh Toyota “Cyber SUMO”, Hilux generasi-9 ini direpresentasikan sebagai sosok pick-up 4×4 yang kuat, kokoh, sekaligus lincah untuk mendukung berbagai kebutuhan mobilitas pelanggan. Kesan iconic dan advanced turut diperkuat melalui lampu LED tipis, serta tulisan TOYOTA di bagian depan dan belakang, terutama dengan proporsi Hilux Double Cabin yang memiliki dimensi panjang 5.320 mm, lebar 1.885 mm, tinggi 1.815 mm, dan wheelbase 3.085 mm. Ground clearance yang meningkat dari 286 mm menjadi 312 mm turut meningkatkan kemampuan off-road, sekaligus mempertegas tampilan Hilux generasi-9 ini.

Fitur keselamatan juga menjadi perhatian utama Toyota dalam menghadirkan Hilux terbaru ini. Khusus untuk tipe V, Hilux telah dilengkapi Toyota Safety Sense (TSS) 3.0 yang mencakup Pre-Collision System (PCS), Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Tracing Assist (LTA), dan Auto High Beam (AHB). Selain itu, tersedia pula fitur keselamatan pendukung seperti Blind Spot Monitor (BSM), Tire Pressure Monitoring System (TPMS), Parking Support Brake (PSB), Emergency Brake Signal (EBS), hingga 7-Airbags pada tipe V.

Hilux generasi-9 ini tersedia dalam 4 pilihan warna untuk pasar Indonesia, yaitu Ash Gray, Super White II, Attitude Black Mica, dan Silver Metallic. Berikut harga dan varian lengkap Hilux terbaru untuk pasar Indonesia;
Single-Cab 2.8 4×4 M/T – Rp 416,8 Juta
Double-Cab 2.8 4×4 E M/T – Rp 466,3 Juta
Double-Cab 2.8 4×4 G M/T – Rp 497,9 Juta
Double-Cab 2.8 4×4 V A/T – Rp 574,2 Juta
Double-Cab BEV – Rp 1,019 Milliar
Gimana, cocok bukan harga dari Hilux generasi-9 ini?
-
Kia PV5 Menangkan Red Dot Award: Product Design 2026!

Kia PV5 resmi meraih penghargaan “Winner” di ajang Red Dot Award: Product Design 2026, salah satu ajang kompetisi desain paling bergengsi di dunia. Pencapaian dari Red Dot Award 2026 ini menambah daftar prestasi Kia PV5 di tingkat global, setelah sebelumnya meraih penghargaan Gold pada iF Design Award 2026. Kedua pencapaian ini menjadi bukti atas kemampuan Kia menghadirkan desain yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan mobilitas yang terus berkembang melalui solusi yang relevan, intuitif, dan berpusat pada pengguna.
Karim Habib, Executive Vice President and Head of Kia Global Design, menyatakan:
Penghargaan ini mencerminkan bagaimana filosofi Opposites United terus membentuk solusi mobilitas yang relevan dan bermakna bagi penggunanya. Melalui PV5, kami ingin menghadirkan pendekatan baru terhadap desain PBV yang fleksibel dan human-centered, dengan memadukan daya tarik emosional serta fungsionalitas yang dapat memberikan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari.

Penghargaan yang diraih oleh PV5 ini memperlihatkan bagaimana Kia menerjemahkan konsep Platform Beyond Vehicle (PBV) ke dalam sebuah produk yang dekat dengan kebutuhan penggunanya. Kia PV5 dibangun di atas satu platform yang sama, hadir dalam berbagai pilihan, mulai dari Passenger, Cargo, WAV (Wheelchair Accessible Vehicle), hingga Crew, yang masing-masing dirancang untuk fungsi dan kebutuhan yang berbeda.
Meski memiliki peruntukan yang beragam, seluruh varian tetap membawa identitas desain Kia yang konsisten. Fleksibilitas inilah yang menjadi kekuatan utama PV5, menghadirkan kendaraan yang praktis, mudah digunakan, dan siap beradaptasi dengan berbagai kebutuhan mobilitas.
Kia PV5 sendiri sudah lebih dulu tampil di ajang IIMS Jakarta Februari 2026 lalu. Kehadirannya menjadi penanda arah baru Kia dalam menghadirkan solusi mobilitas listrik yang fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. PV5 yang waktu dipamerkan pada waktu itu masih berstaus Concept memberikan gambaran mengenai mobilitas yang lebih adaptif melalui desain modular yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mobilitas keluarga, aktivitas usaha kecil, hingga sektor logistik.
-
GIIAS 2026 Siap Digelar Tahun Ini, Tampilkan Merek Lebih Lengkap!

CARDRIVE.ID, JAKARTA – Pagelaran otomotif terbesar dunia di luar China, The 33rd GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS), akan kembali digelar pada tanggal 29 Juli mendatang hingga tanggal 9 Agustus 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang.
Penyelenggaraan GIIAS pada tahun ini terlaksana sebagai upaya mendorong industri otomotif Indonesia agar terus bergerak maju. Berdasarkan data terbaru yang bersumber dari GAIKINDO, penjualan wholesales pada bulan April 2026 meningkat sebesar 55 persen secara tahunan (year-on-year) dengan total capaian mencapai 80.776 unit. Secara keseluruhan sepanjang Januari hingga April 2026, pasar otomotif Indonesia menunjukkan tren positif dengan total penjualan mencapai 289.787 unit (tumbuh 12,5%). Sejalan dengan pertumbuhan di dalam negeri, kinerja ekspor otomotif Indonesia juga memiliki catatan yang positif.
GAIKINDO mencatat pengiriman mobil dalam bentuk Completely Built Up (CBU) ke luar negeri pada April 2026 telah berhasil mencapai 159.662 unit, atau tumbuh sebesar 10,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini juga didukung oleh ekspor kendaraan Completely Knocked Down (CKD) yang sepanjang April 2026 yang meningkat hingga 76,4 persen dengan total pengiriman mencapai 25.791 set.
Menanggapi perkembangan positif tersebut, Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, menyatakan optimismenya terhadap masa depan industri otomotif nasional. Menurutnya, tren positif dari angka penjualan dan ekspor saat ini menjadi bukti nyata bahwa industri otomotif Indonesia memiliki daya tahan yang kuat sekaligus potensi pertumbuhan yang masih sangat besar.
“Pelaksanaan GIIAS 2026 diharapkan dapat menjadi motor penggerak yang memberikan dorongan lebih besar bagi pasar otomotif kita. Melalui pameran berskala internasional ini, kami ingin menciptakan pertumbuhan industri dengan mengenalkan inovasi teknologi terbaru langsung kepada masyarakat, yang pada akhirnya akan semakin meningkatkan gairah pasar,” ujar Putu.
Lebih lanjut, Putu juga menekankan bahwa bagi GAIKINDO, masuknya merek-merek kendaraan baru ke pasar Indonesia menjadi suatu catatan yang sangat positif. Kehadiran para pemain baru ini menjadi indikator kuat bahwa industri otomotif di dalam negeri terus berkembang, semakin sehat, dan bertumbuh dengan baik. “Hadirnya merek-merek baru bukan sekadar meramaikan pilihan bagi konsumen, melainkan membawa potensi investasi yang besar bagi Indonesia. GAIKINDO terus mendorong dan menyambut baik komitmen para pemegang merek baru ini untuk tidak hanya memasarkan produknya, tetapi juga membangun fasilitas produksi di dalam negeri. Dengan memproduksi kendaraan secara lokal, kita dapat memperkuat struktur industri nasional dan membuka lapangan kerja, sekaligus mendorong mereka untuk melakukan ekspor dari Indonesia ke pasar global,” lanjut Putu.
Tingginya antusiasme dari para peserta GIIAS 2026 mulai dari para Agen Pemegang Merek (APM) hingga merek-merek dari industri pendukung membuat penyelenggaraan GIIAS 2026 akan berjalan lebih semarak. Dipenyelenggaraannya tahun ini, GIIAS akan menghadirkan deretan merek-merek global yang sangat beragam dari produsen terkemuka Amerika, Eropa, Jepang, Korea, hingga merek-merek baru asal China. Hingga Mei 2026, tercatat lebih dari 60 merek otomotif global yang telah mengkonfirmasi keikutsertaannya, mencakup berbagai sektor mulai dari kendaraan penumpang, kendaraan komersial, sepeda motor, karoseri, hingga ratusan merek dari industri otomotif pendukung. Saat ini, beberapa merek lainnya juga masih dalam tahap diskusi untuk berpartisipasi, sehingga masih ada kemungkinan jumlah merek ini akan terus bertambah hingga menjelang waktu penyelenggaraan pameran.
Merek-merek kendaraan bermotor kelas dunia yang berpartisipasi pada pagelaran GIIAS 2026 meliputi Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan penumpang, yakni: Aletra, Audi, BAIC, BAW, BMW, BYD, Changan, Chery, Citroen, Daihatsu, DFSK, Ford, GAC Indonesia, Geely, GWM, Honda, Hyundai, iCAR, Jaecoo, Jeep, Jetour, KIA, Leapmotor, Lepas, Lexus, Maxus, Mazda, Mercedes-Benz, MG, MINI, Mitsubishi Motors, Nissan, Polytron, Subaru, Suzuki, Toyota, VinFast, Volkswagen, Volvo, Wuling, Xpeng dan dari segmen kendaraan komersial turut hadir DFSK, Farizon, Hino, Isuzu, Mitsubishi Fuso, dan UD Trucks.
Merek-merek sepeda motor juga akan hadir di GIIAS 2026, Alva, Astra Honda Motor, Can-am, Exotic, Harley Davidson, Kupprum, NUV, Pacific e-bike, Polytron, Royal Enfield, Scomadi dan Triumph. Selain itu, empat merek karoseri juga hadir pada GIIAS 2026, yakni Adiputro, Laksana, New Armada dan Tentrem. Serta ratusan merek peserta dari industri pendukung otomotif lainnya juga telah memastikan kesiapannya unjuk gigi dalam penyelenggaraan GIIAS tahun ini.
Dukungan untuk GIIAS 2026 juga terus digaungkan dari pihak-pihak sponsor. Astra Credit Companies dan Toyota Astra Finance hadir sebagai Platinum Financial Partner, OLXmobbi yang merupakan bagian dari grup Astra sebagai Official Trade-in Partner serta sponsor lainnya yaitu Protera, Jkind, GT Radial, Astra Honda Motor, Astra Otoparts, Superchallenge, Le Minerale, Teh Pucuk Harum, Kahf, % Arabica dan Berkah Event.
Setelah pameran di BSD Tangerang, rangkaian GIIAS The Series akan berlanjut menyapa penggemar otomotif di berbagai kota besar di Indonesia. Rangkaian kedua akan dimulai dengan GIIAS Surabaya pada 26–30 Agustus 2026 di Grand City Convex, Surabaya. Selanjutnya, GIIAS Bandung akan dilaksanakan pada 9–13 September 2026 di Sudirman Grand Ballroom. Rangkaian berikutnya, GIIAS Semarang, akan berlangsung pada 30 September–4 Oktober 2026 di Muladi Dome, Semarang, dan rangkaian periode 2026 akan ditutup dengan GIIAS Makassar pada 28 Oktober–1 November 2026 di Summarecon Mutiara Makassar.
Selain rangkaian di tahun ini, GIIAS juga berkomitmen untuk memperluas jangkauan pameran dengan menambah satu kota baru yang akan diselenggarakan pada awal tahun depan. GIIAS Bali dijadwalkan hadir pada 27–31 Januari 2027 di The Meru Sanur, Bali, sekaligus menjadi destinasi baru yang melengkapi kesuksesan rangkaian pameran otomotif GIIAS ke wilayah Indonesia bagian timur
Untuk informasi terkini dan lebih lanjut tentang pameran GIIAS, kunjungi website www.indonesiaautoshow.com.
-

Toyota Land Cruiser FJ akan meluncur dalam waktu dekat?

Kabar gembira bagi para pencinta otomotif tanah air, karena Toyota Land Cruiser FJ dipastikan akan resmi dijual di Indonesia tahun ini! Kepastian ini kami dapatkan secara eksklusif dari salah satu sumber internal yang memiliki hubungan sangat dekat dengan pihak Toyota. Langkah PT Toyota-Astra Motor (TAM) membawa offroader mungil ini ke pasar domestik tentu menjadi jawaban dinanti, menyusul animo publik yang luar biasa hingga sempat membuat jagat media sosial gempar saat mobil ini pertama kali diperkenalkan di Thailand dan Jepang.
Meski menggunakan mesin bensin 2.7 2TR-FE yang bisa dikatakan “kurang” untuk sebuah offroader, Land Cruiser FJ dibekali ketangguhan yang tidak perlu diragukan karena dibangun di atas platform IMV (International Multi-purpose Vehicle)—platform yang sama yang digunakan oleh saudaranya, Hilux dan Fortuner. Berkat dimensi tubuhnya yang kompak, Land Cruiser FJ terbukti sangat lincah bermanuver di medan tangguh, ditambah lagi dengan dukungan sistem penggerak 4×4 sederhana namun terkenal sangat kokoh.

Dan mengenai keberadaan Land Cruiser FJ untuk pasar tanah air, lebih banyak hal lain yang menarik, lebih tepat mengenai apakah akan diimpor secara utuh (CBU = Completely Built Up) atau tidak. Dan meskipun pabrik Toyota di Thailand (Ban Pho) menjadi pusat produksi untuk Land Cruiser FJ, sumber kami dari PT TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) mengatakan bahwa alat cetakan sudah tiba di Indonesia, yang artinya Land Cruiser FJ akan dirakit secara lokal dengan skema CKD (Complete Knock-Down).
“Iya, bener (Land Cruiser FJ akan dirakit di Indonesia). Karena LC FJ banyak permintaannya,” ujar sumber kami dari TMMIN.

Selain memperluas pilihan SUV Toyota dan opsi offroader untuk pasar Indonesia, konfirmasinya produksi lokal Land Cruiser FJ juga menandakan suatu sejarah untuk Toyota di Indonesia, di mana sebuah mobil yang menggunakan nama ikonik akan diproduksi kembali sejak tahun 1998 di saat produksi lokal Land Cruiser J80 dihentikan, dan model penerusnya Land Cruiser J100 diimpor secara utuh (CBU) dari pabrik Toyota di prefektur Aichi, Jepang.
Namun meski demikian, sumber kami enggan berani untuk perkiraan peluncuran dari Land Cruiser FJ ini. Yang jelas, pilihan offroader dari produsen raksasa Jepang ini akan semakin variatif di tanah air dan ikut mendampingi bapak besarnya, Land Cruiser 300, serta kedua saudaranya, Hilux dan Fortuner, yang keduanya juga akan mendapatkan model baru dalam waktu mendekat.
-
Review iCAR V23: SUV EV “Kalcer” Yang Akan Menjadi Legenda?

Halo Warga CeDe, kembali lagi ke segmen review kami. Di segmen kali ini, kita kedapatan sebuah mobil yang belakangan ini sedang cukup heboh di dunia otomotif Indonesia. Inilah review iCAR V23!
Kalo boleh jujur, kami para redaksi Cardrive agak terkejut dengan pihak iCAR Indonesia yang secara mendadak meminjamkan kami V23 untuk kami review secara mendalam. Namun, nasi sudah menjadi bubur, omongan sudah menjadi kenyataan; mari kita kupas secara mendalam iCar V23 yang berada di tangan kami selama seminggu ini!
iCAR sendiri merupakan brand yang termasuk kinyis-kinyis di Indonesia; merupakan brand dibawah naungan Chery Group yang baru saja masuk pada gelaran IIMS 2026 Februari lalu dan langsung membawa produk pertama mereka yaitu V23. iCAR V23 sejatinya debut pada 2025, tepatnya pada Auto Show Shanghai dan jujur saja kami terkesima dengan desainnya; sangat gagah! Dengan desain buritan mobil ini yang serba mengotak, sangat mudah bagi kami untuk langsung jatuh cinta dengan mobil ini.
Tak perlu lama-lama, saat memegang mobil ini kami langsung mencoba V23 ke rute yang beragam, mulai dari daerah SCBD di Jakarta hingga Tangerang untuk mengetahui kapabilitas mobil ini. Memang, kami tidak sempat mencobanya di medan offroad berat karena keterbatasan waktu dan cuaca yang kurang bersahabat saat pengetesan, tapi kami memahami apa maksud dari iCAR dengan membuat V23 ini. Yuk kita kupas bersama-sama!
Eksterior yang unik, namun berkarakter kuat.

Pertama kali mengambil unit ini di kantor iCAR, saya langsung berucap “wow”. Jujur saja saya melihat mobil ini di foto seperti memiliki proporsi aneh, terutama pada bagian overhang depan yang terlihat terlalu pendek dan dipadukan dengan bodi kotak yang membuatnya terlihat seperti topi Max Verstappen yang kaku itu (iykyk). Tapi semua itu berubah saat melihat V23 ini secara langsung.

Desainnya terlihat kokoh; dengan bodi mengotak yang ramping namun lebar dengan over fender tebal di keempat sisi ban, serta buritan depan yang membulat tapi tetap tegas, membuat mobil ibaratnya “dapet banget’” kesan gagahnya. Dan saya suka banget, sampai-sampai saya pun tiba-tiba berubah menjadi tipikal cowo yang menggunakan kendaraan gagah seperti ini, ALIAS TENGIL. Tapi memang desainnya sangat mendukung sih, belum lagi posisi nyetirnya yang nanti akan dibahas di artikel ini.

Oke, kembali ke eksterior mobil ini. iCAR V23 ini jujur terlihat memiliki beberapa elemen desain yang diambil dari beberapa SUV yang sudah sangat melegenda. Mobil ini seperti memadukan beberapa elemen desain yang menonjol dari Toyota Land Cruiser FJ, baik FJ40 Hardtop maupun FJ Cruiser. Ada juga elemen desain dari Mercedes-Benz G-Wagon, dan tentu saja Land Rover Defender ada di desain mobil ini. Mungkin ini terkesan gado-gado desainnya, tapi iCAR V23 ini berhasil memadupadankan elemen ketiga SUV legendaris itu menjadi satu desain yang karakter kuat. Apalagi V23 unit tes kami merupakan tipe tertinggi yaitu tipe Z iWD, velgnya yang berukuran 21” semakin menegaskan kegagahan dari V23 itu sendiri.

Coba lihat EV di luar sana yang desainnya tidak mudah tertukar dengan EV lainnya? Hampir tidak ada kan? Itulah mengapa saya bisa bilang design V23 ini berkarakter kuat. Selain bentuknya mengotak, elemen-elemen desain mobil inilah yang membuatnya semakin standout di jalanan, semakin “Born to Play”. Sepertinya iCAR benar-benar mendalami slogan tersebut…..
Fitur dan slogan Born to Play yang dipikirkan secara matang.
“Born to Play” sendiri merupakan slogan global dari iCAR, yang mengusung kebebasan berekspresi, eksplorasi, serta keberanian untuk tampil berbeda. iCAR juga mengusung slogan ini ke pendekatan brand dengan konsumen melalui personalisasi yang sudah menjadi bagian dari arsitektur kendaraan sejak awal pengembangan.
Slogan tersebut juga didukung dengan V23 ini yang dari awal sudah dirancang dengan sistem Plug & Play, yang membuat mobil ini semakin mudah dipersonalisasi penambahan aksesoris sesuai dengan cerminan karakter pemiliknya. Namun tanpa perlu mengorbankan aspek keamanan maupun integritas desain dari mobil itu.
Untuk mendukung hal tersebut, di V23 telah disiapkan lebih dari 20 titik modular yang tersebar di interior, roof, dan ceiling. Di setiap titik tersebut dilengkapi dengan mounting fleksibel, yang memudahkan pemasangan dan pelepasan aksesoris yang ingin dipasangkan oleh pemilik. Dengan ini, para pemilik V23 bisa memodifikasi mobilnya tanpa perlu melakukan modifikasi struktural atau instalasi rumit untuk menambahkan fitur tambahan.

Ada dua contoh menarik dari titik modular ini adalah pada bagian dinding kiri dan kanan bagasi, yang terdapat 2 titik besar untuk menaruh aksesoris secara mudah. Saya tidak mengerti jika dibuka kotak ini terdapat coakan untuk body panel luar agar bisa terpasang aksesoris offroad, tapi bisa dipastikan ini merupakan titik modular yang fleksibel. Lalu, di dekat pengemudi 2 switch auxiliary yang dapat menjadi shortcut untuk lampu tambahan, atau bahkan switch untuk mengoperasikan winch yang menjadi aksesoris wajib untuk offroad menerobos belantara hutan. Sangat diperhitungkan sekali slogan tersebut di mobil ini. Kudos to iCAR!

Selain itu, mobil ini juga memiliki beberapa fitur wajib yang sudah ada di EV lainnya; 16 Advanced Driver Assistance System (ADAS) with Adaptive Cruise Control, 540-degree Panoramic View Camera yang menurut kami sangat bagus resolusinya, dan juga Driving Mode yang ada 5 di varian RWD dan 6 mode di varian iWD atau AWD.
Gimana rasa nyetirnya?
Okey, sudah cukup bahas fitur dan fakta-fakta dari mobil ini. Sekarang kita bahas bagian terpenting dari mobil; bagaimana rasa mengemudinya? Sebelum kita membahas gimana rasa nyetir dari SUV boxy ini, kita bahas dulu bagaimana kabin dari V23 ini.
Masuk pertama kali ke dalam V23, kita langsung disambut dengan nuansa kabin yang cukup berbeda dengan EV pada umumnya. Memang, masih terlihat futuristis dengan infotainment screen berukuran 15.4 inci, yang tentu saja mengatur keseluruhan mobil hingga speedometer dari V23 ini pun juga di layar tengah tersebut. Tapi, coba perhatikan lagi foto di bawah ini…..

Berbeda bukan dengan EV pada umumnya? Selain desainnya yang mengotak, desain interior dari V23 juga terkesan sederhana. Terlihat tidak ada lekukan aneh di dasbornya, bahkan ambient light pun tidak ada di mobil ini. Mungkin ini EV China yang pas bagi saya yang lebih menyukai interior mobil yang simpel seperti ini, karena rasanya tidak mengganggu sama sekali saat menyetir mobil ini.

Surprisingly, untuk posisi nyetir dari V23 ini bisa dibilang cukup menyenangkan. Dengan posisi duduk yang commanding dan dipadu dengan jok yang ergonomis, bisa saya pastikan jika anda menyetir V23 ini pasti ketagihan. Walaupun begitu, sayangnya busa dari jok V23 ini termasuk keras, yang membuatnya kurang nyaman jika dipakai jarak jauh atau mengemudi dengan durasi yang panjang. Untuk baris ke-2 dari mobil ini sama-sama mengejutkan dengan baris pertamanya; dengan jok 2-seater yang lebar dan legroom yang super lega, semakin membuat V23 ini nyaman. Namun, karena karakter suspensi dari V23 yang keras, mungkin lebih baik jika anda duduk di baris kedua mobil ini jangan sambil memainkan gadget anda. Karena saya dan teman-teman redaksi Cardrive sudah coba sendiri, dan itu cukup bikin pusing. Mungkin mobil ini memang didesain oleh iCAR untuk dinikmati sepenuhnya tanpa distraksi. Cukup menarik, tapi juga aneh disaat yang bersamaan.
Oke, cukup pembahasan interior dan teman-temannya. Sekarang kita ke bagian yang ditunggu-tunggu; rasa nyetir dari iCAR V23 ini. Kalau boleh jujur, mobil ini seperti tidak menyambung antara peruntukannya dan rasa menyetirnya. Beneran. V23 ini rasanya seperti Crossover EV, namun bentuknya saja yang kotak ala-ala Defender, G-Class, bahkan Jimny. Halus dan sigap seperti EV pada umumnya, namun V23 terasa alami dalam menyalurkan tenaganya. 0-100 yang tuntas dalam 7,5 detik saja terasa tidak “liar” di mobil ini, dimana EV pada umumnya figur akselerasi tersebut terasa seperti sports car.
Mungkin bagi beberapa orang itu merupakan hal yang negatif. Tapi, bagi saya itu hal yang sangat positif; karena EV sejatinya adalah kendaraan yang halus. Tenaga yang dihasilkan dari V23 iWD ini berasal dari baterai 81,76 yang menghasilkan tenaga 211 PS dan torsi 292 Nm tidak terasa seperti menerkam, namun tetap terasa sigap dan cekatan. Torsi V23 yang terasa cukup menyegarkan tersebut juga didukung oleh sistem iWD yang cukup cerdas membagi tenaga di keempat rodanya, sekaligus dengan ban Chao Yang yang surprisingly mendukung. Jarang-jarang ban lokal Tiongkok bisa seenak ini, kudos!
Sayangnya untuk feedback setirnya, bisa dibilang V23 ini masih terasa hambar, namun tetap terasa asyik sangat diajak bermanuver cepat dan diajak ngebut di tol. Oh iya, ada cerita sedikit dari kami; ada satu hari dimana kami para redaksi sedang memakai mobil ini dan tiba-tiba ada urgensi mendadak yang mengharuskan kami berkendara dengan cepat. Kami menggeber V23 ini di tol hingga meraih top speed yang dikunci di 140 km/h, yang kami tahu betul itu melanggar aturan di tol. Maaf iCAR Indonesia, tapi itu urgensi dan kami langsung mengetahui karakter mobil ini saat dibawa kencang; stabil! Kami mengira akan seperti Suzuki Jimny yang terasa oleng dan lari kiri kanan atau G-class yang jika dibawa ngebut terasa seperti menabrak angin. Di V23, semua itu tidak terasa, hanya suspensinya saja yang menurut kami terlalu empuk untuk diajak berkendara dengan kencang. Wajar, ini SUV boxy, bukan sedan ataupun hatchback.
Walaupun begitu, pengetesan kami menunjukkan jika V23 terasa sangat irit dengan bentuknya yang tidak aerodinamis. Dengan rute Depok-Jakarta-Tangerang-Depok, V23 iWD kami menorehkan angka di 12 kWh/100 km, dengan mode berkendara Comfort dan berpenumpang 3 orang. Walaupun begitu, rute yang sama namun dengan mode berkendara Eco, V23 mampu menorehkan angka di 16 kWh/100 km. Cukup unik, dengan mode hemat energi terasa lebih boros. Mungkin kaki saya yang gatel ingin bejek gasnya terus saat menggunakan mode Eco, hehe.
Harus dibeli? Jika anda cocok, gas.

Setelah seminggu menggunakan mobil ini, kami merasa jika V23 ini berusaha menjadi sebuah EV yang bukan sekedar “gadget beroda”. iCAR berhasil membuat sebuah EV yang terkenal akan teknologi elektrifikasi serta kualitas yang modern, namun di saat yang bersamaan juga membuatnya berkarakter sekaligus terasa kokoh layaknya SUV boxy yang ikonik. Itulah tujuan iCAR dengan V23 ini. Memang, mobil ini terhitung masih sangat baru untuk disebut ikonik, namun bukan berarti mobil ini akan terlupakan di masa depan. Saya, dan redaksi kami di Cardrive, merasa mobil ini mungkin akan menjadi SUV kecil populer dalam beberapa waktu kedepan seperti Suzuki Jimny yang sudah menjadi “panutan skena” di kalangan anak muda dan Toyota Land Cruiser FJ terbaru yang rumornya akan diluncurkan di Indonesia juga dalam waktu dekat.
Dengan harga mulai dari Rp389.9 juta untuk tipe X RWD, hingga Rp499.9 juta untuk tipe tertinggi seperti unit yang kami tes, yaitu Z iWD, kami rasa iCAR V23 ini dapat menjadi pilihan bagi anda yang mencari SUV tradisional dengan kapabilitas offroad yang handal, namun juga mendapatkan elektrifikasi terkini khas Chery Group yang sudah terjamin durabilitasnya. Harganya yang cukup kompetitif pun juga menjadi daya tarik sendiri dari iCAR V23 ini. Kalo cocok sih, gasss ajaaaaaa.
-

GAC Resmikan Dealer GAC AION KS Tubun di Jakarta Pusat dan Jalin Kerja Sama Strategis dengan Grab!

Jakarta – GAC Indonesia kembali mempertegas komitmennya dalam memperluas jaringan dealer kendaraan listrik dan mengembangkan ekosistem mobilitas berkelanjutan di Indonesia melalui peresmian dealer baru GAC AION KS Tubun yang berada di bawah pengelolaan PT Juntu Technology Indonesia, di Jakarta Pusat. Pada kesempatan yang sama, PT Juntu Technology Indonesia juga menandatangani kerja sama strategis dengan Grab Strategic Cooperation sebagai bagian dari upaya mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
Acara ini menjadi momentum penting bagi penguatan ekosistem kendaraan energi baru nasional. Selain memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan listrik GAC, kolaborasi yang terjalin juga mencakup dukungan terhadap infrastruktur kendaraan listrik melalui kerja sama PT Juntu Technology Indonesia dengan Starvo, salah satu operator jaringan pengisian daya kendaraan listrik terkemuka di Indonesia.
Andry Ciu, CEO GAC Indonesia mengungkapkan:
Peresmian dealer GAC AION KS Tubun merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus memperluas jaringan layanan dan menghadirkan akses yang lebih dekat bagi konsumen di berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran mitra seperti PT Juntu Technology Indonesia juga mencerminkan semakin besarnya kepercayaan investor dan pelaku usaha terhadap potensi pertumbuhan GAC di Indonesia. Kami optimistis, dengan dukungan jaringan dealer yang semakin kuat, GAC dapat berkontribusi lebih besar dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik dan pengembangan ekosistem mobilitas berkelanjutan di Tanah Air.

Peresmian dealer ini juga ditandai dengan penandatanganan kerja sama strategis antara PT Juntu Technology Indonesia dan Grab Strategic Cooperation. Kemitraan ini diharapkan dapat memperluas pemanfaatan kendaraan listrik GAC dalam ekosistem transportasi dan mobilitas digital, sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon melalui penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Kerja sama tersebut sejalan dengan kolaborasi strategis yang telah dibangun antara GAC dan Grab di tingkat regional Asia Tenggara yang berfokus pada pengembangan mobilitas berkelanjutan berbasis kendaraan listrik.
GAC AION KS Tubun yang dikelola oleh PT Juntu Technology Indonesia berlokasi di Jalan K.S. Tubun No. 21, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dealer ini hadir dengan fasilitas lengkap berstandar 3S (Sales, Service, Spare Parts) yang dirancang untuk memberikan pengalaman pelanggan yang nyaman dan komprehensif. Fasilitas ini mencakup layanan penjualan kendaraan, perawatan berkala, layanan purna jual, hingga ketersediaan suku cadang asli untuk memastikan kepuasan pelanggan dalam jangka panjang.
Dealer ini juga dilengkapi dengan fasilitas pengisian daya cepat (fast charging) 24 jam hasil kerja sama dengan Starvo. Kehadiran infrastruktur pengisian daya yang mudah diakses ini juga diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran masyarakat, khususnya pengguna AION terkait ketersediaan fasilitas charging dalam penggunaan kendaraan listrik sehari-hari.