Tag: toyota

  • Toyota Hilux Generasi ke-9 Resmi Meluncur di Indonesia: Tersedia dengan Mesin 1GD dan BEV!

    Toyota Hilux Generasi ke-9 Resmi Meluncur di Indonesia: Tersedia dengan Mesin 1GD dan BEV!

    JAKARTA  – PT Toyota Astra Motor resmi meluncurkan Hilux terbaru setelah beberapa kali terendus di NJKB dan tertangkap kamera di jalan. Hilux yang kini memasuki generasi ke-9, tampil lebih tangguh dan advanced melalui penyegaran menyeluruh pada performa, desain, fitur kenyamanan dan keselamatan, serta kualitas berkendara.

    Hilux terbaru ini hadir dalam 2 opsi mesin; mesin diesel 1GD-FTV 2.8L dengan peningkatan tenaga menjadi 201 hp dan torsi 500 Nm untuk transmisi otomatis (420 Nm untuk transmisi manual), serta Hilux Battery EV dengan 2 motor listrik dengan sistem All-Wheel Drive (AWD), baterai Lithium-ion 59,2 kWh, yang menghasilkan output maksimum ebesar 144 kW. Semua varian Hilux dukung sistem 4WD (Part Time) with Rear Differential Lock, yang semakin meningkatkan performa Hilux terbaru ini saat menghadapi berbagai kondisi jalan dan medan yang menantang.

    Selain sisi performa, New Hilux turut mendapatkan penyegaran signifikan pada sisi eksterior dan interior yang membuatnya tampil semakin gagah, advanced, dan fungsional. Mengusung konsep desain yang disebut oleh Toyota “Cyber SUMO”, Hilux generasi-9 ini direpresentasikan sebagai sosok pick-up 4×4 yang kuat, kokoh, sekaligus lincah untuk mendukung berbagai kebutuhan mobilitas pelanggan.  Kesan iconic dan advanced turut diperkuat melalui lampu LED tipis, serta tulisan TOYOTA di bagian depan dan belakang, terutama dengan proporsi Hilux Double Cabin yang memiliki dimensi panjang 5.320 mm, lebar 1.885 mm, tinggi 1.815 mm, dan wheelbase 3.085 mm. Ground clearance yang meningkat dari 286 mm menjadi 312 mm turut meningkatkan kemampuan off-road, sekaligus mempertegas tampilan Hilux generasi-9 ini.

    Fitur keselamatan juga menjadi perhatian utama Toyota dalam menghadirkan Hilux terbaru ini. Khusus untuk tipe V, Hilux telah dilengkapi Toyota Safety Sense (TSS) 3.0 yang mencakup Pre-Collision System (PCS), Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Tracing Assist (LTA), dan Auto High Beam (AHB). Selain itu, tersedia pula fitur keselamatan pendukung seperti Blind Spot Monitor (BSM), Tire Pressure Monitoring System (TPMS), Parking Support Brake (PSB), Emergency Brake Signal (EBS), hingga 7-Airbags pada tipe V.

    Hilux generasi-9 ini tersedia dalam 4 pilihan warna untuk pasar Indonesia, yaitu Ash Gray, Super White II, Attitude Black Mica, dan Silver Metallic. Berikut harga dan varian lengkap Hilux terbaru untuk pasar Indonesia;

    Single-Cab 2.8 4×4 M/T – Rp 416,8 Juta

    Double-Cab 2.8 4×4 E M/T – Rp 466,3 Juta

    Double-Cab 2.8 4×4 G M/T – Rp 497,9 Juta

    Double-Cab 2.8 4×4 V A/T – Rp 574,2 Juta

    Double-Cab BEV – Rp 1,019 Milliar

    Gimana, cocok bukan harga dari Hilux generasi-9 ini?



  • Toyota Land Cruiser FJ akan meluncur dalam waktu dekat?

    Toyota Land Cruiser FJ akan meluncur dalam waktu dekat?

    Kabar gembira bagi para pencinta otomotif tanah air, karena Toyota Land Cruiser FJ dipastikan akan resmi dijual di Indonesia tahun ini! Kepastian ini kami dapatkan secara eksklusif dari salah satu sumber internal yang memiliki hubungan sangat dekat dengan pihak Toyota. Langkah PT Toyota-Astra Motor (TAM) membawa offroader mungil ini ke pasar domestik tentu menjadi jawaban dinanti, menyusul animo publik yang luar biasa hingga sempat membuat jagat media sosial gempar saat mobil ini pertama kali diperkenalkan di Thailand dan Jepang.

    Meski menggunakan mesin bensin 2.7 2TR-FE yang bisa dikatakan “kurang” untuk sebuah offroader, Land Cruiser FJ dibekali ketangguhan yang tidak perlu diragukan karena dibangun di atas platform IMV (International Multi-purpose Vehicle)—platform yang sama yang digunakan oleh saudaranya, Hilux dan Fortuner. Berkat dimensi tubuhnya yang kompak, Land Cruiser FJ terbukti sangat lincah bermanuver di medan tangguh, ditambah lagi dengan dukungan sistem penggerak 4×4 sederhana namun terkenal sangat kokoh.

    Dan mengenai keberadaan Land Cruiser FJ untuk pasar tanah air, lebih banyak hal lain yang menarik, lebih tepat mengenai apakah akan diimpor secara utuh (CBU = Completely Built Up) atau tidak. Dan meskipun pabrik Toyota di Thailand (Ban Pho) menjadi pusat produksi untuk Land Cruiser FJ, sumber kami dari PT TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) mengatakan bahwa alat cetakan sudah tiba di Indonesia, yang artinya Land Cruiser FJ akan dirakit secara lokal dengan skema CKD (Complete Knock-Down).

    “Iya, bener (Land Cruiser FJ akan dirakit di Indonesia). Karena LC FJ banyak permintaannya,” ujar sumber kami dari TMMIN.

    Selain memperluas pilihan SUV Toyota dan opsi offroader untuk pasar Indonesia, konfirmasinya produksi lokal Land Cruiser FJ juga menandakan suatu sejarah untuk Toyota di Indonesia, di mana sebuah mobil yang menggunakan nama ikonik akan diproduksi kembali sejak tahun 1998 di saat produksi lokal Land Cruiser J80 dihentikan, dan model penerusnya Land Cruiser J100 diimpor secara utuh (CBU) dari pabrik Toyota di prefektur Aichi, Jepang.

    Namun meski demikian, sumber kami enggan berani untuk perkiraan peluncuran dari Land Cruiser FJ ini. Yang jelas, pilihan offroader dari produsen raksasa Jepang ini akan semakin variatif di tanah air dan ikut mendampingi bapak besarnya, Land Cruiser 300, serta kedua saudaranya, Hilux dan Fortuner, yang keduanya juga akan mendapatkan model baru dalam waktu mendekat.

  • Toyota Cs Tak Lagi Buang Komponen “Cacat”, Kualitas Mobil Jadi Turun?

    Toyota Cs Tak Lagi Buang Komponen “Cacat”, Kualitas Mobil Jadi Turun?

    Toyota

    Toyota bersama sejumlah pabrikan otomotif Jepang lainnya bakal menerapkan standar yang sama dalam menentukan sebuah komponen atau suku cadang layak dianggap cacat atau tidak.

    Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi antara Japan Automobile Manufacturers Association (JAMA) dan Japan Auto Parts Industries Association (JAPIA). Nantinya, standar baru tersebut akan mulai diterapkan secara bertahap dalam proses pengadaan komponen hingga akhir tahun 2026.

    Lho, memang selama ini belum ada standarnya?

    Sebenarnya ada. Namun, setiap pabrikan dan pemasok komponen memiliki standar masing-masing. Akibatnya, tidak sedikit komponen yang akhirnya dibuang hanya karena memiliki kekurangan minor, seperti bintik hitam kecil, goresan ringan, atau bekas cetakan yang sebenarnya tidak memengaruhi fungsi maupun tampilan saat kendaraan sudah dirakit.

    Dengan adanya standar yang lebih seragam, komponen-komponen seperti ini nantinya masih dapat digunakan selama tetap memenuhi standar keselamatan, fungsi, dan kualitas yang telah ditentukan.

    Menurut laporan Nikkei Asia, sekitar 60% komponen yang selama ini dikategorikan cacat berkaitan dengan bintik hitam kecil pada material. Selain itu, beberapa komponen plastik yang memiliki burr atau sisa material hasil proses pencetakan yang tidak berbahaya juga akan tetap dapat digunakan.

    Fictiv

    Dampaknya cukup besar. Untuk konektor plastik yang digunakan pada sistem kelistrikan kendaraan saja, penerapan standar baru ini diperkirakan dapat mengurangi pembuangan hingga sekitar 10.000 unit per bulan di Jepang.

    Di sisi lain, keputusan ini juga berkaitan dengan kondisi industri saat ini. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah membuat pasokan beberapa bahan baku menjadi lebih menantang, termasuk naphtha yang digunakan dalam proses produksi plastik dan berbagai komponen interior kendaraan.

    Belum lagi biaya tenaga kerja di Jepang yang terus meningkat. Data dari Kementerian Tenaga Kerja Jepang menunjukkan rata-rata gaji bulanan pekerja tetap di sektor manufaktur kini mencapai 370.000 yen atau sekitar Rp40 jutaan per bulan, meningkat sekitar 20% dibandingkan 10 tahun lalu.

    Tak hanya itu, pabrikan dan pemasok asal Jepang juga menghadapi persaingan yang semakin ketat dari produsen otomotif China. Baik produsen mobil maupun pemasok komponen dari Negeri Tirai Bambu tersebut dikenal mampu menawarkan biaya produksi yang lebih rendah dengan proses pengembangan yang lebih cepat.

    Karena itu, meningkatkan efisiensi produksi tanpa mengorbankan kualitas menjadi salah satu fokus utama industri otomotif Jepang saat ini.

    JAMA

    Sebagai informasi, JAMA sendiri beranggotakan Toyota, Honda, Nissan, serta sejumlah produsen kendaraan Jepang lainnya. Sementara JAPIA menaungi sekitar 450 perusahaan pemasok komponen otomotif.

    Toyota bahkan disebut telah membentuk tim khusus untuk mulai mengevaluasi komponen menggunakan standar baru ini bersama para pemasok. Evaluasi tersebut juga melibatkan pabrikan lain seperti Honda dan Nissan dalam pertemuan rutin yang dilakukan secara berkala.

    Menariknya, langkah ini bukan berarti Toyota dan pabrikan Jepang akan menurunkan standar kualitas produknya. Justru sebaliknya, mereka berusaha mengurangi praktik over quality control yang selama ini membuat banyak komponen layak pakai berakhir menjadi limbah.

    Sumber: Nikkei Asia

  • Seriusan, Toyota Bikin Kursi Kantor Dari Jok Crown

    Yap, Anda tidak salah baca. Toyota benar-benar membuat kursi kantor dari jok Toyota Crown generasi terbaru.

    Entah ini ide iseng atau jenius, tapi yang jelas… menarik.

    Kursi ini dibuat oleh Toyota Boshoku Corporation, divisi Toyota yang memang bertugas mengurus interior kendaraan. Untuk mengubahnya menjadi kursi kantor proper, mereka juga menggandeng ITOKI untuk bagian kaki kursi dan armrest.

    Yang bikin makin mind-blowing, fitur kursinya masih full spec seperti di mobil. Mulai dari reclining, naik-turun, hingga tilt di bagian depan, semuanya masih berfungsi. Belum cukup, pemanas dan ventilasi jok juga tetap aktif.

    Dan ini yang paling random tapi keren: pengunci seatbelt kini disulap menjadi port USB-C.

    Kalau ditanya, “ini listriknya dari mana?” Tenang, di bawah joknya sudah ada baterai yang bisa di-charge, jadi semua fitur tetap bisa berjalan tanpa ribet kabel.

    Sekarang masuk ke bagian yang bikin kepala pusing: harga. Kursi ini dibanderol sekitar Rp60 juta. Iya, dengan harga segitu sudah bisa dapat mobil bekas… tapi ini kursi.

    Kalau masih tertarik, siap-siap gerak cepat. Toyota hanya memproduksi 70 unit, dan penjualannya eksklusif di toko khusus Toyota Crown di Jepang.

  • TAM Recall Land Cruiser 300 dan LX, Ada Apa?

    Foto: 4×4 Australia

    PT Toyota Astra Motor (TAM) mengumumkan program recall untuk dua model SUV premiumnya, yakni Toyota Land Cruiser 300 dan Lexus LX, akibat potensi gangguan pada sistem transmisi otomatis.

    Program ini berlaku untuk unit produksi periode November 2024 sampai November 2025 yang menggunakan transmisi otomatis 10 percepatan. Toyota menemukan adanya kemungkinan masalah pada komponen linear solenoid yang fungsinya menjaga perpindahan gigi tetap halus.

    Vice President Director TAM, Jap Ernando Demily, menjelaskan bahwa beberapa kendaraan pada model tersebut memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kondisi komponen tetap optimal.

    “Saat ini, kami menemukan ada beberapa komponen kendaraan pada SUV Toyota dan Lexus tahun produksi tertentu yang membutuhkan pengecekan dan perbaikan jika dibutuhkan,” ujarnya.

    Jika komponen tersebut mengalami gangguan, performa transmisi dapat terpengaruh dan berimbas pada kerja ECU transmisi maupun ECU mesin. Dalam kondisi tertentu, hal ini bisa menyebabkan putaran mesin berlebih pada gigi tertentu, penurunan performa saat kendaraan melaju, hingga potensi kebocoran oli transmisi.

    Toyota mengimbau pelanggan yang unit kendaraannya termasuk dalam daftar recall untuk segera datang ke bengkel resmi terdekat. Proses inspeksi sekaligus pembaruan perangkat lunak ECU transmisi diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu jam tanpa dikenakan biaya.

    Sampai saat ini, Toyota belum mengungkap jumlah unit yang terdampak dalam program recall tersebut.

    Selain itu, TAM juga kembali mengingatkan pemilik Alphard, NAV1, Camry, Corolla, Vios, dan Yaris produksi 2011–2016 untuk melakukan pengecekan airbag inflator sisi penumpang depan.

    Langkah ini merupakan bagian dari program lanjutan terkait pengembangan sistem airbag yang sebelumnya ditemukan berpotensi menimbulkan serpihan logam di sejumlah negara. Program pemeriksaan ini sendiri telah berjalan sejak 2015 sebagai langkah pencegahan agar risiko serupa tidak terjadi pada kendaraan yang dipasarkan di Indonesia.