Tag: formula 1 indonesia

  • 2026 Barcelona-Catalunya Grand Prix: Sir Lewis Hamilton Meraih Kemenangan Perdana untuk Ferrari

    2026 Barcelona-Catalunya Grand Prix: Sir Lewis Hamilton Meraih Kemenangan Perdana untuk Ferrari

    Formula 1

    Yang awalnya dirasakan selamanya, kini bisa melepas beban yang sangat berat. Itulah yang bisa dikatakan untuk sang pembalap veteran dan pemenang gelar dunia 7-kali Sir Lewis Hamilton yang berhasil melewati garis finis dan memenangkan balapan di Barcelona-Catalunya, setelah melewati musim 2025 yang sangat gelap baginya. Setelah berkali-kali meraih podium pada balapan-balapan sebelumnya, kini Hamilton bisa berdiri di podium tertinggi di P1, dan menjadi pembalap pertama yang meraih race win bersama McLaren, Mercedes, dan kini Ferrari.

    Dan setelah perayaan dan kejumawaan dari para Tifosi, mari kita cek para winner and loser pada balapan kali ini di Barcelona!

    WINNER: Lewis Hamilton (Ferrari)

    Scuderia Ferrari HP

    Untuk para Tifosi, kalian boleh memanfaatkan minggu ini (dan mungkin seterusnya sebelum balapan di Austria) untuk jumawa dengan kemenangan yang sangat emas ini. Jelas, Hamilton memanfaatkan momen emas Virtual Safety Car (VSC) setelah Fernando Alonso (Aston Martin) mengalami masalah baterai dan terpaksa DNF, sehingga melakukan pit stop untuk mendapatkan ban lebih segar dan masih mempertahankan lead position dari kedua Mercedes. Dan disaat pada momen penutupan lap (62/66) saat Kimi Antonelli (Mercedes) mengalami masalah mesin dan harus DNF, Ferrari dan Hamilton memanfaatkan open goal setelah memilih pit strategy yang strategis, dan memenangkan balapan ini. Atau dalam bahasa Tifosi, DISTAYM SUDAH TIBA.

    LOSER: Aston Martin

    Aston Martin Aramco Formula 1 Team

    Jika semuanya adalah kembang api dan berbunga-bunga di tim kuda jingkrak, untuk tim Silverstone satu ini, yang ada hanyalah bunga berkabung untuk kedua mobil yang terpaksa DNF. Masalah-masalah mobil secara keseluruhan masih menjadi penghalang terkecil dan terbesar untuk tim favoritnya James Bond alias sang agen 007. Yang awalnya merupakan masalah gearbox untuk Lance Stroll pada lap 5, langsung mengakar ke masalah baterai untuk Fernando Alonso pada lap 40 dan terpaksa DNF yang mengeluarkan Virtual Safety Car (VSC). Dan ini merupakan yang paling sayang, mengingatkan banyak penggemar Alonso yang datang kepada home race untuk sang rookie tertua tersebut.

    WINNER: McLaren

    McLaren Mastercard Formula 1

    Konsistensi luar biasa tetaplah menjadi keunggulan bagi tim McLaren. Lando Norris tampil memukau sepanjang akhir pekan dan berhasil mengamankan podium ketiga (P3) setelah bertarung sengit di barisan depan. Performa impresif tersebut disempurnakan oleh Oscar Piastri yang menyudahi balapan dengan finis di posisi kelima (P5). Keberhasilan finis ganda di posisi lima besar ini memberikan suntikan poin yang sangat berharga untuk klasemen konstruktor. Strategi manajemen ban yang tepat dan kecepatan mobil MCL38 menjadi kunci utama kesuksesan mereka di trek yang menuntut ini. Hasil solid ini semakin menegaskan posisi tim dari Woking ini sebagai salah satu ancaman paling serius di papan atas Formula 1.

    LOSER: Audi

    Audi Revolut F1 Team

    Balapan di Barcelona menyisakan cerita unik sekaligus apes bagi tim Audi, khususnya untuk Nico Hulkenberg yang gagal finis (DNF). Setelah terlibat duel sengit di lintasan dengan Liam Lawson dari tim VCARB, Hulkenberg terpaksa menyudahi balapannya lebih awal. Insiden aneh terjadi ketika saklar pemutus daya utama (kill switch) di mobilnya tidak sengaja aktif di tengah pertarungan tersebut akibat lompatan kerikil (gravel). Akibatnya, seluruh sistem elektronik dan mesin mobil Audi miliknya langsung mati total seketika. Kejadian langka ini membuat Hulkenberg tidak bisa berbuat banyak dan harus gigit jari di pinggir lapangan. Bagi Audi, kegagalan teknis yang tidak biasa ini menjadi bahan evaluasi besar demi mengamankan poin di seri berikutnya.

    WINNER: Alpine

    BWT Alpine F1 Team

    Tim Alpine kembali menunjukkan kebangkitan mereka lewat keberhasilan meraih double points yang krusial di Barcelona 2026. Pierre Gasly tampil sangat solid sepanjang balapan dan sukses mengamankan finis di posisi ketujuh (P7). Sementara itu, rekan setimnya yang merupakan pembalap muda, Franco Colapinto, berhasil melewati garis finis tepat di belakang Gasly di posisi kedelapan (P8). Namun, drama terjadi pasca-balapan saat Colapinto dijatuhi penalti waktu 10 detik akibat dianggap kurang melambat saat bendera kuning berkibar. Meskipun penalti tersebut merosotkan posisi Colapinto ke peringkat kesepuluh (P10), Alpine tetap berhak membawa pulang poin dari kedua mobilnya. Hasil solid dari P7 dan P10 ini menjadi bukti nyata bahwa Alpine kian konsisten dalam memimpin persaingan ketat di papan tengah.

    LOSER: Kimi Antonelli (Mercedes)

    Mercedes-AMG Petronas Formula 1 Team

    Performa luar biasa Kimi Antonelli di Barcelona harus berakhir tragis setelah masalah mesin memaksanya keluar dari balapan (DNF). Padahal, pembalap muda ini tampil sangat meyakinkan dan sempat konsisten mempertahankan posisi kedua (P2) di barisan depan. Kegagalan finis yang sangat disayangkan ini membuat Antonelli kehilangan peluang emas untuk membawa pulang poin masif. Dampaknya langsung terasa pada klasemen pembalap, di mana kehilangan poin krusial ini mengacak-acak stacking order yang ada. Persaingan di papan atas kini menjadi semakin tidak terprediksi karena jarak antar pembalap yang kian merapat. Seri Barcelona ini pun sukses mengubah dinamika perebutan gelar juara berkat drama teknis yang menimpa sang pembalap.

  • 2026 Monaco Grand Prix: Antonelli dan Hamilton Menang Banyak di Tengah Lautan Penalti

    2026 Monaco Grand Prix: Antonelli dan Hamilton Menang Banyak di Tengah Lautan Penalti

    Jika kita berbicara mengenai sirkuit Monte-Carlo di Formula 1, anda akan dihadapkan dengan 2 opini. Ada satu opini yang mengatakan bahwa Monaco Grand Prix ini adalah ronde balapan yang paling sakral, dengan banyak momen bersejarah dan masih menjadi salah satu sirkuit yang susah untuk ditaklukan. Dan ada satu opini yang mengatakan jika balapan di Monaco ini adalah yang paling membosankan karena mobil F1 modern sudah sangat membengkak seperti bagaikan anggaran program tidak penting. Namun Monaco GP pada tahun 2026 ini membawa hal-hal yang sangat mengejutkan.

    Yang awalnya dibuka dengan start bermasalah yang berujung DNF untuk Max Verstappen, berakhir dengan kekacauan standing restart dan membawa Kimi Antonelli kepada kemenangan ke-5 dan grand slam pertamanya, yang membuat pembalap muda dari Itali tersebut menjadi pembalap termuda yang meraih grand slam. Dengan begitu, mari kita cek para winner and loser pada balapan kali ini di Monte-Carlo!

    WINNER: Kimi Antonelli (Mercedes)

    Jika pada balapan-balapan sebelumnya masih menjadi Achilles Heel bagi Kimi Antonelli, kini ia bisa merayakan segalanya, karena Antonelli berhasil melakukan race restart dengan mulus dan mampu menahan pembalap lainnya untuk memenangkan balapan di Monaco. Bukan hanya itu saja, ia berhasil meraih kemenangan dengan mulai dari pole, memimpin balapan selama 78 putaran, dan mengambil fastest lap sekaligus. Dan andaikan saja hal tersebut bisa dikatakan untuk loser menurut kami yang berikut.

    LOSER: Alpine

    Jika patah hati bisa harus diekspresikan bukan lewat kata-kata namun dari hasil dan foto, maka Alpine adalah contoh yang bagus. Setelah memulai balapan dari P9 dan dalam pada akhir balapan sudah di P3, Pierre Gasly sudah mempunyai kesempatan emas untuk mendapatkan podium di ronde paling sakral dalam kalender F1. Namun kata bertakdir lain, saat Gasly terdeteksi melewati batas kecepatan pit lane sebanyak 2 kali dan harus dihukum selama 10 detik total, dan finis P7. Sedangkan untuk Colapinto, tidak banyak hal lagi yang bisa dia lakukan setelah mengalami kecelakaan yang membuat Carlos Sainz tidak bisa melewati garis finis.

    WINNER: Lewis Hamilton (Ferrari)

    Lewis Hamilton sepertinya sedang berada dalam posisi yang sangat bagus, hal yang tidak diduga setelah tidak meraih apa-apa pada musim 2025 kemarin. Pada musim 2026 ini, pembalap dengan 7 gelar dunia ini sudah mencetak 3 podium, dengan podium terbaru pada balapan di Monaco dengan finis P2, yang merupakan P2 back-to-back setelah meraih podium ke-2 di Kanada juga. Dan omong-omong mengenai P2, itulah posisi Lewis Hamilton dalam klasemen pembalap saat ini! Karena George Russell harus melakukan drive-through penalty setelah race restart dan keluar dari poin, pacar dari seorang Kardashian berhasil menyalip Russell untuk P2, dan bahkan bisa saja menjadi salah satu pesaing untuk meraih gelar 2026 selain Antonelli! Praise be, Tifosi!

    LOSER: Charles Leclerc (Ferrari)

    Namun tidak semua di Ferrari bisa menikmati kesenangan tersebut. Sang pembalap tuan rumah Charles Leclerc harus menelan pil pahit setelah kutukan home race yang pernah melingkarinya kini kembali kambuh. Pada putaran ke-66, Leclerc mengalami lock-up dan menabrak Anthony Noghès corner (Turn 19) dan mengalami DNF. Yang awalnya dikatakan merupakan permasalahan rem, tabrakan Leclerc yang menjadi katalis untuk red flag, karena pada putaran tersebut banyak sekali aspal jalan dalam corner tersebut mulai terkupas. Dan itu baru dilakukan saat Leclerc celaka, yang merupakan celaka ke-2 pada putaran tersebut karena Lance Stroll (Aston Martin) mengalami kecelakaan yang serupa. Oh, dan mengenai Aston Martin…

    WINNER: Fernando Alonso (Aston Martin)

    Balapan kali ini tetap terlihat menjadi balapan dengan 0 ekspektasi untuk Aston Martin, setelah kualifikasi paling belakang untuk Fernando Alonso (P21) dan Stroll (P22). Dan bahkan setelah memanfaatkan pembalap lain yang DNF yang membuat Alonso naik banyak posisi sampai P11, yang masih merupakan performa yang terlalu luar biasa, ia tetap dibelakang Sergio Perez (Cadillac) yang di P10 dan meraih poin pertama untuk Cadillac, sang tim ke-11. Namun semua itu menjadi percuma, karena pada standing restart, Perez keluar pada starting box-nya, dan mendapatkan penalti 10 detik dan turun ke P15. Alhasilnya? Alonso berhasil memberi Aston Martin poin pertama setelah penderitaan selama 5 balapan dengan hasil nihil.

  • 2026 Miami Grand Prix: Antonelli Mendominasi di Tengah Kebangkitan Tim Papaya

    2026 Miami Grand Prix: Antonelli Mendominasi di Tengah Kebangkitan Tim Papaya

    Formula 1 is back! Setelah liburan selama sebulan akibat perang di Timur Tengah selama bulan April, Mei langsung dibuka oleh sirkus F1 dengan balapan di Florida. Dan pada balapan kali ini, hampir semua tim kecuali Aston Martin membawa mari rangkaian upgrade, yang melingkupi banyak komponen dari chassis, power unit (PU), serta rear wing a la “Macarena” untuk RedBull yang sudah diadaptasi terlebih dahulu oleh Ferrari.

    Namun setelah melewati sprint dan main race, ada 3 tim yang memanfaatkan liburan sebulan ini dengan maksimal dan mendapatkan hasil yang bagus, 2 tim yang mengalami kesulitan perkembangan, dan 1 tim anomali yang sudah menyelesaikan 1 masalah kritikal namun masih menghadapi 1 masalah kritikal lain, meski berhasil melewati garis finis dengan kedua mobil.

    WINNER: Mercedes-AMG

    Tiba sebagai tim benchmark, Mercedes tetap meraih kemenangan pada main race pada hari Minggu, yang dimajukan terlebih dahulu mengantisipasi cuaca buruk. Namun meski pemimpin klasemen Kimi Antonelli memenangkan balapan kali ini, jarak Mercedes dengan saingannya kian mencuat, terutama setelah revisi dadakan pada regulasi baru F1 yang menggunakan teknologi 50:50 power-split untuk mesin turbo-hybrid V6. Namun meski demikian, ini masih tetap menjadi pencapaian bagus, mengingatkan tim Jerman berbasis di Brackley membawa paket upgrade paling dikit dibanding top 4 team yang bersaing.

    LOSER: Williams

    Meski meraih double points finish pada balapan kali ini, dan membawa paket upgrade untuk balapan kali ini, Williams tetap mempunyai tanda tanya dalam perkembangan mobil mereka. Bayangan berat mobil yang melebihi batas minimum regulasi F1 terbaru ini masih menghantam tim privateer legendaris ini. Kedua pembalap yakni Carlos Sainz dan Alex Albon juga tidak berharap keajaiban dari performa Williams FW48 saat turun pada ronde di Florida ini.

    WINNER: McLaren & RedBull

    Yang sebelumnya terasa “selamanya”, balapan di Miami kali ini merupakan titik balik untuk McLaren dan Red Bull. Kedua tim yang menjadi duo protagonists pada musim 2025 kemarin ini membawa rangkaian paket upgrade, diantaranya rear wing a la Macarena untuk Red Bull, dan merasakan manfaatnya. Red Bull untuk pertama kalinya berhasil kualifikasi pada baris depan dengan Max Verstappen ambil P2 dan membawa pulang poin banyak dan menduduki P4 dalam klasemen konstruktor. Namun yang paling banyak untuk jelas adalah tim Papaya. Dengan upgrade, tim Woking tersebut memenangkan sprint dengan Lando Norris dan karena Oscar Piastri meraih podium P2, McLaren mendapatkan finis 1-2 pertama pada musim ini.

    LOSER: Ferrari

    Meski menjadi salah satu tim yang membawa paket upgrade untuk balapan kali ini, ronde Miami kali ini menjadi salah satu pekan yang baiknya bisa dilupakan. Tim kuda jingkrak ini membawa paket upgrade berupa floor baru, diffuser baru, serta Macarena rear wing baru. Namun mobil SF-26 yang dikendarai Charles Leclerc dan Lewis Hamilton tidak mampu bersaing dengan tim lain yang juga membawa upgrade pada pekan tersebut. Hal tersebut diperjelaskan setelah Leclerc mengalami masalah suspensi pada lap penutupan dan mendapatkan penalti sebanyak 20 detik karena menyetir off-track, sehingga turun dari P6 ke P8 pada balapan kali ini.

    WINNER(?): Aston Martin

    Mungkin ini bisa dikatakan sebagai lelucon, namun raihan Aston Martin pada balapan kali ini menjadi salah satu yang penting untuk memulai proses putar balik untuk mempunyai performa mobil yang lebih baik. Jelas, pada kualifikasi sprint, mereka mempunyai kecepatan yang bahkan lebih lambat dibanding sebuah mobil Formula 2 (F2). Namun, pada main race, kedua mobil Aston Martin yang dikendalikan oleh Fernando Alonso dan Lance Stroll berhasil melewati garis finis, dimana Alonso berhasil finis diatas 2 mobil Cadillac. Fakta yang mengejutkannya? Aston Martin justru satu-satunya tim yang tidak membawa paket upgrade untuk AMR26 kali ini, padahal mobil ini pada awal musim sudah mempunyai rangkaian masalah sasis, mesin dan gearbox. Namun, berkat sentuhan Honda yang melakukan banyak pekerjaan agar vibrasi antar mesin dan mobil berkurang drastis, kini tim favorit James Bond ini bisa mengutarakan fokusnya kepada 2 masalah utama; menambah performa mesin dan memperbaiki sinkronisasi gearbox yang menjadi masalah baru untuk AMR26. Meski masalah gearbox menjadi salah satu pertanyaan besar, untuk urusan performa mesin, Honda mendapatkan lampu hijau untuk menggunakan token Additional Development and Upgrade Opportunities (ADUO) untuk memperbaiki mesin RA626H, dimana spec mesin terbaru ini diprediksi akan turun pada home race tim yang berbasis tepat di Silverstone ini.