
Yang awalnya dirasakan selamanya, kini bisa melepas beban yang sangat berat. Itulah yang bisa dikatakan untuk sang pembalap veteran dan pemenang gelar dunia 7-kali Sir Lewis Hamilton yang berhasil melewati garis finis dan memenangkan balapan di Barcelona-Catalunya, setelah melewati musim 2025 yang sangat gelap baginya. Setelah berkali-kali meraih podium pada balapan-balapan sebelumnya, kini Hamilton bisa berdiri di podium tertinggi di P1, dan menjadi pembalap pertama yang meraih race win bersama McLaren, Mercedes, dan kini Ferrari.
Dan setelah perayaan dan kejumawaan dari para Tifosi, mari kita cek para winner and loser pada balapan kali ini di Barcelona!
WINNER: Lewis Hamilton (Ferrari)
Untuk para Tifosi, kalian boleh memanfaatkan minggu ini (dan mungkin seterusnya sebelum balapan di Austria) untuk jumawa dengan kemenangan yang sangat emas ini. Jelas, Hamilton memanfaatkan momen emas Virtual Safety Car (VSC) setelah Fernando Alonso (Aston Martin) mengalami masalah baterai dan terpaksa DNF, sehingga melakukan pit stop untuk mendapatkan ban lebih segar dan masih mempertahankan lead position dari kedua Mercedes. Dan disaat pada momen penutupan lap (62/66) saat Kimi Antonelli (Mercedes) mengalami masalah mesin dan harus DNF, Ferrari dan Hamilton memanfaatkan open goal setelah memilih pit strategy yang strategis, dan memenangkan balapan ini. Atau dalam bahasa Tifosi, DISTAYM SUDAH TIBA.
LOSER: Aston Martin
Jika semuanya adalah kembang api dan berbunga-bunga di tim kuda jingkrak, untuk tim Silverstone satu ini, yang ada hanyalah bunga berkabung untuk kedua mobil yang terpaksa DNF. Masalah-masalah mobil secara keseluruhan masih menjadi penghalang terkecil dan terbesar untuk tim favoritnya James Bond alias sang agen 007. Yang awalnya merupakan masalah gearbox untuk Lance Stroll pada lap 5, langsung mengakar ke masalah baterai untuk Fernando Alonso pada lap 40 dan terpaksa DNF yang mengeluarkan Virtual Safety Car (VSC). Dan ini merupakan yang paling sayang, mengingatkan banyak penggemar Alonso yang datang kepada home race untuk sang rookie tertua tersebut.
WINNER: McLaren
Konsistensi luar biasa tetaplah menjadi keunggulan bagi tim McLaren. Lando Norris tampil memukau sepanjang akhir pekan dan berhasil mengamankan podium ketiga (P3) setelah bertarung sengit di barisan depan. Performa impresif tersebut disempurnakan oleh Oscar Piastri yang menyudahi balapan dengan finis di posisi kelima (P5). Keberhasilan finis ganda di posisi lima besar ini memberikan suntikan poin yang sangat berharga untuk klasemen konstruktor. Strategi manajemen ban yang tepat dan kecepatan mobil MCL38 menjadi kunci utama kesuksesan mereka di trek yang menuntut ini. Hasil solid ini semakin menegaskan posisi tim dari Woking ini sebagai salah satu ancaman paling serius di papan atas Formula 1.
LOSER: Audi

Balapan di Barcelona menyisakan cerita unik sekaligus apes bagi tim Audi, khususnya untuk Nico Hulkenberg yang gagal finis (DNF). Setelah terlibat duel sengit di lintasan dengan Liam Lawson dari tim VCARB, Hulkenberg terpaksa menyudahi balapannya lebih awal. Insiden aneh terjadi ketika saklar pemutus daya utama (kill switch) di mobilnya tidak sengaja aktif di tengah pertarungan tersebut akibat lompatan kerikil (gravel). Akibatnya, seluruh sistem elektronik dan mesin mobil Audi miliknya langsung mati total seketika. Kejadian langka ini membuat Hulkenberg tidak bisa berbuat banyak dan harus gigit jari di pinggir lapangan. Bagi Audi, kegagalan teknis yang tidak biasa ini menjadi bahan evaluasi besar demi mengamankan poin di seri berikutnya.
WINNER: Alpine

Tim Alpine kembali menunjukkan kebangkitan mereka lewat keberhasilan meraih double points yang krusial di Barcelona 2026. Pierre Gasly tampil sangat solid sepanjang balapan dan sukses mengamankan finis di posisi ketujuh (P7). Sementara itu, rekan setimnya yang merupakan pembalap muda, Franco Colapinto, berhasil melewati garis finis tepat di belakang Gasly di posisi kedelapan (P8). Namun, drama terjadi pasca-balapan saat Colapinto dijatuhi penalti waktu 10 detik akibat dianggap kurang melambat saat bendera kuning berkibar. Meskipun penalti tersebut merosotkan posisi Colapinto ke peringkat kesepuluh (P10), Alpine tetap berhak membawa pulang poin dari kedua mobilnya. Hasil solid dari P7 dan P10 ini menjadi bukti nyata bahwa Alpine kian konsisten dalam memimpin persaingan ketat di papan tengah.
LOSER: Kimi Antonelli (Mercedes)
Performa luar biasa Kimi Antonelli di Barcelona harus berakhir tragis setelah masalah mesin memaksanya keluar dari balapan (DNF). Padahal, pembalap muda ini tampil sangat meyakinkan dan sempat konsisten mempertahankan posisi kedua (P2) di barisan depan. Kegagalan finis yang sangat disayangkan ini membuat Antonelli kehilangan peluang emas untuk membawa pulang poin masif. Dampaknya langsung terasa pada klasemen pembalap, di mana kehilangan poin krusial ini mengacak-acak stacking order yang ada. Persaingan di papan atas kini menjadi semakin tidak terprediksi karena jarak antar pembalap yang kian merapat. Seri Barcelona ini pun sukses mengubah dinamika perebutan gelar juara berkat drama teknis yang menimpa sang pembalap.




















