Tag: ev

  • Review iCAR V23: SUV EV “Kalcer” Yang Akan Menjadi Legenda?

    Halo Warga CeDe, kembali lagi ke segmen review kami. Di segmen kali ini, kita kedapatan sebuah mobil yang belakangan ini sedang cukup heboh di dunia otomotif Indonesia. Inilah review iCAR V23!

    Kalo boleh jujur, kami para redaksi Cardrive agak terkejut dengan pihak iCAR Indonesia yang secara mendadak meminjamkan kami V23 untuk kami review secara mendalam. Namun, nasi sudah menjadi bubur, omongan sudah menjadi kenyataan; mari kita kupas secara mendalam iCar V23 yang berada di tangan kami selama seminggu ini!

    iCAR sendiri merupakan brand yang termasuk kinyis-kinyis di Indonesia; merupakan brand dibawah naungan Chery Group yang baru saja masuk pada gelaran IIMS 2026 Februari lalu dan langsung membawa produk pertama mereka yaitu V23. iCAR V23 sejatinya debut pada 2025, tepatnya pada Auto Show Shanghai dan jujur saja kami terkesima dengan desainnya; sangat gagah! Dengan desain buritan mobil ini yang serba mengotak, sangat mudah bagi kami untuk langsung jatuh cinta dengan mobil ini.

    Tak perlu lama-lama, saat memegang mobil ini kami langsung mencoba V23 ke rute yang beragam, mulai dari daerah SCBD di Jakarta hingga Tangerang untuk mengetahui kapabilitas mobil ini. Memang, kami tidak sempat mencobanya di medan offroad berat karena keterbatasan waktu dan cuaca yang kurang bersahabat saat pengetesan, tapi kami memahami apa maksud dari iCAR dengan membuat V23 ini. Yuk kita kupas bersama-sama!

    Eksterior yang unik, namun berkarakter kuat.

    Pertama kali mengambil unit ini di kantor iCAR, saya langsung berucap “wow”. Jujur saja saya melihat mobil ini di foto seperti memiliki proporsi aneh, terutama pada bagian overhang depan yang terlihat terlalu pendek dan dipadukan dengan bodi kotak yang membuatnya terlihat seperti topi Max Verstappen yang kaku itu (iykyk). Tapi semua itu berubah saat melihat V23 ini secara langsung.

    Desainnya terlihat kokoh; dengan bodi mengotak yang ramping namun lebar dengan over fender tebal di keempat sisi ban, serta buritan depan yang membulat tapi tetap tegas, membuat mobil ibaratnya “dapet banget’” kesan gagahnya. Dan saya suka banget, sampai-sampai saya pun tiba-tiba berubah menjadi tipikal cowo yang menggunakan kendaraan gagah seperti ini, ALIAS TENGIL. Tapi memang desainnya sangat mendukung sih, belum lagi posisi nyetirnya yang nanti akan dibahas di artikel ini.

    Oke, kembali ke eksterior mobil ini. iCAR V23 ini jujur terlihat memiliki beberapa elemen desain yang diambil dari beberapa SUV yang sudah sangat melegenda. Mobil ini seperti memadukan beberapa elemen desain yang menonjol dari Toyota Land Cruiser FJ, baik FJ40 Hardtop maupun FJ Cruiser. Ada juga elemen desain dari Mercedes-Benz G-Wagon, dan tentu saja Land Rover Defender ada di desain mobil ini. Mungkin ini terkesan gado-gado desainnya, tapi iCAR V23 ini berhasil memadupadankan elemen ketiga SUV legendaris itu menjadi satu desain yang karakter kuat. Apalagi V23 unit tes kami merupakan tipe tertinggi yaitu tipe Z iWD, velgnya yang berukuran 21” semakin menegaskan kegagahan dari V23 itu sendiri.

    Coba lihat EV di luar sana yang desainnya tidak mudah tertukar dengan EV lainnya? Hampir tidak ada kan? Itulah mengapa saya bisa bilang design V23 ini berkarakter kuat. Selain bentuknya mengotak, elemen-elemen desain mobil inilah yang membuatnya semakin standout di jalanan, semakin “Born to Play”. Sepertinya iCAR benar-benar mendalami slogan tersebut…..

    Fitur dan slogan Born to Play yang dipikirkan secara matang.

    “Born to Play” sendiri merupakan slogan global dari iCAR, yang mengusung kebebasan berekspresi, eksplorasi, serta keberanian untuk tampil berbeda. iCAR juga mengusung slogan ini ke pendekatan brand dengan konsumen melalui personalisasi yang sudah menjadi bagian dari arsitektur kendaraan sejak awal pengembangan.

    Slogan tersebut juga didukung dengan V23 ini yang dari awal sudah dirancang dengan sistem Plug & Play, yang membuat mobil ini semakin mudah dipersonalisasi penambahan aksesoris sesuai dengan cerminan karakter pemiliknya. Namun tanpa perlu mengorbankan aspek keamanan maupun integritas desain dari mobil itu. 

    Untuk mendukung hal tersebut, di V23 telah disiapkan lebih dari 20 titik modular yang tersebar di interior, roof, dan ceiling. Di setiap titik tersebut dilengkapi dengan mounting fleksibel, yang memudahkan pemasangan dan pelepasan aksesoris yang ingin dipasangkan oleh pemilik. Dengan ini, para pemilik V23 bisa memodifikasi mobilnya tanpa perlu melakukan modifikasi struktural atau instalasi rumit untuk menambahkan fitur tambahan.

    Ada dua contoh menarik dari titik modular ini adalah pada bagian dinding kiri dan kanan bagasi, yang terdapat 2 titik besar untuk menaruh aksesoris secara mudah. Saya tidak mengerti jika dibuka kotak ini terdapat coakan untuk body panel luar agar bisa terpasang aksesoris offroad, tapi bisa dipastikan ini merupakan titik modular yang fleksibel. Lalu, di dekat pengemudi 2 switch auxiliary yang dapat menjadi shortcut untuk lampu tambahan, atau bahkan switch untuk mengoperasikan winch yang menjadi aksesoris wajib untuk offroad menerobos belantara hutan. Sangat diperhitungkan sekali slogan tersebut di mobil ini. Kudos to iCAR!

    Selain itu, mobil ini juga memiliki beberapa fitur wajib yang sudah ada di EV lainnya; 16 Advanced Driver Assistance System (ADAS) with Adaptive Cruise Control, 540-degree Panoramic View Camera yang menurut kami sangat bagus resolusinya, dan juga Driving Mode yang ada 5 di varian RWD dan 6 mode di varian iWD atau AWD.

    Gimana rasa nyetirnya?

    Okey, sudah cukup bahas fitur dan fakta-fakta dari mobil ini. Sekarang kita bahas bagian terpenting dari mobil; bagaimana rasa mengemudinya? Sebelum kita membahas gimana rasa nyetir dari SUV boxy ini, kita bahas dulu bagaimana kabin dari V23 ini. 

    Masuk pertama kali ke dalam V23, kita langsung disambut dengan nuansa kabin yang cukup berbeda dengan EV pada umumnya. Memang, masih terlihat futuristis dengan infotainment screen berukuran 15.4 inci, yang tentu saja mengatur keseluruhan mobil hingga speedometer dari V23 ini pun juga di layar tengah tersebut. Tapi, coba perhatikan lagi foto di bawah ini…..

    Berbeda bukan dengan EV pada umumnya? Selain desainnya yang mengotak, desain interior dari V23 juga terkesan sederhana. Terlihat tidak ada lekukan aneh di dasbornya, bahkan ambient light pun tidak ada di mobil ini. Mungkin ini EV China yang pas bagi saya yang lebih menyukai interior mobil yang simpel seperti ini, karena rasanya tidak mengganggu sama sekali saat menyetir mobil ini. 

    Surprisingly, untuk posisi nyetir dari V23 ini bisa dibilang cukup menyenangkan. Dengan posisi duduk yang commanding dan dipadu dengan jok yang ergonomis, bisa saya pastikan jika anda menyetir V23 ini pasti ketagihan. Walaupun begitu, sayangnya busa dari jok V23 ini termasuk keras, yang membuatnya kurang nyaman jika dipakai jarak jauh atau mengemudi dengan durasi yang panjang. Untuk baris ke-2 dari mobil ini sama-sama mengejutkan dengan baris pertamanya; dengan jok 2-seater yang lebar dan legroom yang super lega, semakin membuat V23 ini nyaman. Namun, karena karakter suspensi dari V23 yang keras, mungkin lebih baik jika anda duduk di baris kedua mobil ini jangan sambil memainkan gadget anda. Karena saya dan teman-teman redaksi Cardrive sudah coba sendiri, dan itu cukup bikin pusing. Mungkin mobil ini memang didesain oleh iCAR untuk dinikmati sepenuhnya tanpa distraksi. Cukup menarik, tapi juga aneh disaat yang bersamaan.

    Oke, cukup pembahasan interior dan teman-temannya. Sekarang kita ke bagian yang ditunggu-tunggu; rasa nyetir dari iCAR V23 ini. Kalau boleh jujur, mobil ini seperti tidak menyambung antara peruntukannya dan rasa menyetirnya. Beneran. V23 ini rasanya seperti Crossover EV, namun bentuknya saja yang kotak ala-ala Defender, G-Class, bahkan Jimny. Halus dan sigap seperti EV pada umumnya, namun V23 terasa alami dalam menyalurkan tenaganya. 0-100 yang tuntas dalam 7,5 detik saja terasa tidak “liar” di mobil ini, dimana EV pada umumnya figur akselerasi tersebut terasa seperti sports car. 

    Mungkin bagi beberapa orang itu merupakan hal yang negatif. Tapi, bagi saya itu hal yang sangat positif; karena EV sejatinya adalah kendaraan yang halus. Tenaga yang dihasilkan dari V23 iWD ini berasal dari baterai 81,76 yang menghasilkan tenaga 211 PS dan torsi 292 Nm tidak terasa seperti menerkam, namun tetap terasa sigap dan cekatan. Torsi V23 yang terasa cukup menyegarkan tersebut juga didukung oleh sistem iWD yang cukup cerdas membagi tenaga di keempat rodanya, sekaligus dengan ban Chao Yang yang surprisingly mendukung. Jarang-jarang ban lokal Tiongkok bisa seenak ini, kudos! 

    Sayangnya untuk feedback setirnya, bisa dibilang V23 ini masih terasa hambar, namun tetap terasa asyik sangat diajak bermanuver cepat dan diajak ngebut di tol. Oh iya, ada cerita sedikit dari kami; ada satu hari dimana kami para redaksi sedang memakai mobil ini dan tiba-tiba ada urgensi mendadak yang mengharuskan kami berkendara dengan cepat. Kami menggeber V23 ini di tol hingga meraih top speed yang dikunci di 140 km/h, yang kami tahu betul itu melanggar aturan di tol. Maaf iCAR Indonesia, tapi itu urgensi dan kami langsung mengetahui karakter mobil ini saat dibawa kencang; stabil! Kami mengira akan seperti Suzuki Jimny yang terasa oleng dan lari kiri kanan atau G-class yang jika dibawa ngebut terasa seperti menabrak angin. Di V23, semua itu tidak terasa, hanya suspensinya saja yang menurut kami terlalu empuk untuk diajak berkendara dengan kencang. Wajar, ini SUV boxy, bukan sedan ataupun hatchback.

    Walaupun begitu, pengetesan kami menunjukkan jika V23 terasa sangat irit dengan bentuknya yang tidak aerodinamis. Dengan rute Depok-Jakarta-Tangerang-Depok, V23 iWD kami menorehkan angka di 12 kWh/100 km, dengan mode berkendara Comfort dan berpenumpang 3 orang. Walaupun begitu, rute yang sama namun dengan mode berkendara Eco, V23 mampu menorehkan angka di 16 kWh/100 km. Cukup unik, dengan mode hemat energi terasa lebih boros. Mungkin kaki saya yang gatel ingin bejek gasnya terus saat menggunakan mode Eco, hehe.

    Harus dibeli? Jika anda cocok, gas.

    Setelah seminggu menggunakan mobil ini, kami merasa jika V23 ini berusaha menjadi sebuah EV yang bukan sekedar “gadget beroda”. iCAR berhasil membuat sebuah EV yang terkenal akan teknologi elektrifikasi serta kualitas yang modern, namun di saat yang bersamaan juga membuatnya berkarakter sekaligus terasa kokoh layaknya SUV boxy yang ikonik. Itulah tujuan iCAR dengan V23 ini. Memang, mobil ini terhitung masih sangat baru untuk disebut ikonik, namun bukan berarti mobil ini akan terlupakan di masa depan. Saya, dan redaksi kami di Cardrive, merasa mobil ini mungkin akan menjadi SUV kecil populer dalam beberapa waktu kedepan seperti Suzuki Jimny yang sudah menjadi “panutan skena” di kalangan anak muda dan Toyota Land Cruiser FJ terbaru yang rumornya akan diluncurkan di Indonesia juga dalam waktu dekat.

    Dengan harga mulai dari Rp389.9 juta untuk tipe X RWD, hingga Rp499.9 juta untuk tipe tertinggi seperti unit yang kami tes, yaitu Z iWD, kami rasa iCAR V23 ini dapat menjadi pilihan bagi anda yang mencari SUV tradisional dengan kapabilitas offroad yang handal, namun juga mendapatkan elektrifikasi terkini khas Chery Group yang sudah terjamin durabilitasnya. Harganya yang cukup kompetitif pun juga menjadi daya tarik sendiri dari iCAR V23 ini. Kalo cocok sih, gasss ajaaaaaa.